hero
Tentara Gurkha di Singapura mengamankan jalannya pertemuan Kim Jong-un dan Trump. (JAPAN TIMES)

EDITOR : REZA ADITYA

6 Juni 2018, 19:25 WIB

SINGAPURA

Pemerintah Singapura sibuk mempersiapkan momen bersejarah pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald John Trump dengan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un. Kedua pemimpin negara itu akan bertemu pada 12 Juni 2018.

Menteri Pertahanan Singapura Ng En Hen mengatakan negaranya menyiapkan kemananan super ketat bagi pertemuan Trump dan Kim Jong-un itu. Ng juga mengatakan negaranya telah menyiapkan zona khusus yang tak bisa diakses secara bebas.

Sejumlah pasukan kepolisian dan tentara Singapore berjaga di sekitar lokasi pertemuan Trump dan Kim Jong-un. (TIMES OF INDIA)

 

BACA JUGA:

"Angkatan Bersenjata Singapura bersiap untuk memastikan semuanya aman," ujar Ng, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu, 6 Juni 2018. "Kami semua bekerja keras demi terlaksananya pertemuan bersejarah ini."

Zona khusus yang disiapkan adalah sekitar Hotel Shangri-La. Daerah itu melingkupi Tanglin, Newton dan Orchard. Di sana juga terdapat gedung Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Amerika Serikat dan sejumlah hotel mewah.

Angkatan Bersenjata Singapura juga akan menurunkan tentara Gurkha. Tentara yang berasal dari Negeri Atap Dunia itu memang kerap digunakan pemerintah Singapura untuk mengamankan tamu VVIP di beberapa agenda penting Negeri Singa.

Tentara Gurkha di Singapura yang sedang menyisir lokasi pertemuan Trump dan Kim Jong-un. (TOI)

 

Media setempat melaporkan puluhan pasukan Gurkha terpantau mondar-mandir di kawasan Ring-1. Bersenjata lengkap, mereka sigap mengamankan jalannya Konferensi Tingkat Tinggi pertemuan Trump-Kim Jong-un di Singapura.

Direktur Eksekutif International Institute for Strategic Studies Wilayah Asia, Tim Huxley, mengatakan resimen Gurkha merupakan tentara langganan yang biasanya digunakan Singapura untuk mengamankan acara bertaraf internasional.

"Mereka (Gurkha) salah satu pasukan pengamanan terbaik yang bisa ditawarkan Singapura," ujar Tim. Seorang pejabat kepolisian Singapura menolak berkomentar saat dikonfirmasi soal jumlah tentara Gurkha yang   diturunkan pada 12 Juni nanti.

CNA | ABC NEWS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments