hero
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (ANTARA/Wahyu Putro A)

EDITOR : REZA ADITYA

5 Juni 2018, 14:55 WIB

INDONESIA

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan institusinya terus mewaspadai ancaman penyebaran terorisme yang kian masif. Menurut dia, kebebasan berdemokrasi dan kemajuan teknologi disinyalir jadi celah masuk paham terorisme di Indonesia.

"Penyebarannya mengambil momentum kebebasan demokrasi, berserikat dan berkumpul," kata Tito, Selasa, 5 Juni 2018. "Kemudian tadi, memanfaatkan akses."

Tim Densus 88 bersama tim Gegana Brimob Polda Riau berjaga di area penggeledahan gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus Universitas Riau (UNRI) di Pekanbaru, Riau. (ANTARA/Rony Muharrman​)

 

Tito mengatakan cara penggentar menyebarkan pahamnya sudah mulai memasuki ranah pendidikan. Di antaranya adalah sekolah dan universitas. 

Para teroris ini, kata Tito, juga memanfaatkan jagat maya untuk mempengaruhi cara berpikir masyarakat Indonesia."Dunia cyber ini membuat penyebarannya lebih mudah lagi bagi mereka, akibatnya bisa masuk ke siapa saja," ujar dia.

Apa yang disampaikan Tito terkait dengan penggeledahan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di Gelanggang Mahasiswa Universitas Riau pada Sabtu, 2 Juni 2018. Densus dan pasukan Brimob menangkap tiga terduga teroris di dalam kampus itu.

Sejumlah barang bukti disita dari hasil penggerebekan itu. Di antaranya adalah empat bom siap ledak serta material bom berupa serbuk dan kabel. Terduga teroris itu merakit bom di dalam area kampus.

Tim Densus 88 bersama tim Gegana Brimob Polda Riau membawa barang yang mencurigakan dari area penggeledahan gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus Universitas Riau (UNRI) di Pekanbaru, Riau, Sabtu, 2 Juni 2018. (ANTARA/Rony Muharrman​)

 

Tiga terduga teroris itu tak lain adalah alumnus Universita Riau. Mereka adalah ZM, alumnus jurusan Ilmu Pariwisata FISIP angkatan 2004; BM, alumnus jurusan Administrasi Publik angkatan 2005.

Terakhir ED, alumnus jurusan Ilmu Komunikasi FISIP angkatan 2005. Penggeledahan di kampus itu meneguhkan temuan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyoal penyebaran paham terorisme di kampus-kampus.

OCTA BARRY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments