hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

4 Juni 2018, 12:30 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan dokumen yang memuat belasan nama calon kepala daerah diduga korupsi adalah hoaks. Dokumen yang memakai logo KPK itu beredar di dunia maya.

Ada 18 nama calon gubernur, wali kota dan bupati yang disebut dalam dokumen tersebut. Penyebutan nama juga diiringi dengan dugaan kasus-kasusnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah meminta masyarakat untuk waspada terhadap informasi yang mengatasnamakan KPK. "KPK memastikan bahwa dokumen yang beredar tersebut tidak benar," kata Febri dalam keterangan tertulisnya, Senin, 4 Juni 2018.

Sesuai undang-undang, kata Febri, KPK berwenang memproses hukum penyelenggara negara yang diduga terlibat tindak pidana korupsi. Selain itu, pengumuman tersangka selalu lewat konferensi pers.

"Jika KPK telah masuk dalam proses penyidikan dan menetapkan tersangka, maka hal tersebut akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers," tambah dia.

Juru bicara KPK Febri Diansyah. (ANTARA/Makna Zaezar)

Febri menambahkan sudah ada lebih dari 100 kasus kepala daerah yang telah diproses KPK. "Memang sebagian ada yang sedang mencalonkan diri sebagai kepala daerah kembali. Namun hal tersebut, seperti yang sudah ditegaskan sebelumnya, dilakukan hanya dalam koridor hukum," pungkasnya.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments