hero
Ilustrasi perceraian. (NET.Z/Diza)

EDITOR : REZA ADITYA

3 Juni 2018, 06:00 WIB

INDONESIA

Penampilannya paling ‘masa kini' di antara tamu yang datang. Wajahnya dipoles make up tipis yang dipadu dengan blush on berwarna merah. Tubuhnya semok berbalut pakaian warna putih.

Rambutnya berwarna kemerahan, dibiarkan terurai dengan poni yang menjuntai. Kalung yang melingkar di leher, menambah pesona penampilannya.

Dia adalah Felisha, bukan nama sebenarnya. Wanita kelahiran Aceh, 24 Desember 1990 itu bisa dibilang paling menonjol di antara anggota komunitas Single Parents Indonesia in Motion.

Ilustrasi cerai. (ANTARA)

 

Penyebabnya adalah pembawaannya yang atraktif.  Tapi siapa sangka, dari tawa dan kecantikannya, Felisha menyimpan kisah kelam tentang kehidupan berumah tangganya.

Perempuan yang baru berusia 27 tahun itu ternyata sudah menjanda. Usia pernikahannya yang baru berusia lima tahun kandas. Felisha bercerai pada tahun 2016. 

(NET.Z/Badilag MA/Farabi Ferdiansyah)

 

Dia cerai dari suaminya yang selingkuh. Saat bercerai,  usia buah hatinya baru  15 bulan. Sang suami pergi dengan perempuan lain tanpa maaf yang terucap.

“Saat itu saya kalut,” ujar Felisha mengenang kisah pilunya kepada NET.Z, Sabtu pekan lalu. “Kalau bukan karena anak, aku sudah mau mati.”

Berbagai cara Felisha memecah kegalauan yang menyelimuti hatinya. Beruntung dia bertemu dengan komunitas yang isinya adalah teman senasib. “Bagi aku, itu udah sampah, aku sudah melewati fase itu, sudah ikhlas,” ujar Felisha.

Felisha adalah salah satu dari ribuan generasi milenial yang terlibat perceraian dalam berumah tangga.  Selain Felisha, ada juga pasangan muda yang bernasib sama.

Direktur Pembina Administrasi Peradilan Agama Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, Hasbi Hasan, mengatakan tren perceraian pasangan seumuran Felisha meningkat setiap tahunnya.

(NET.Z/Prayogo-Farabi Ferdiansyah)



“Kalau ada rintangan dan masalah mereka belum kuat mental menghadapi masalah itu,” ujar Hasbi. Hasbi mengatakan pada tahun 2017, ada 446.397 perkara perceraian yang diputus di  pengadilan agama di seluruh Indonesia.

Jumlah itu meningkat  2.047 perkara dari tahun 2016. Pada Januari hingga bulan Maret 2018, ada 136.825 perkara perceraian yang diputus pengadilan agama di seluruh Indonesia. Jika dikalkulasikan, setiap hari ada 1.537 kasus perkara perceraian di Indonesia.

Di Pengadilan Agama Depok misalnya, pada bulan April 2018 tercatat ada 58 pasangan yang menggugat cerai. Mereka adalah pasangan muda yang baru menikah kurang dari 10 tahun.

Panitera Pengadilan Agama Depok Entoh Abdul Fatah mengatakan mereka yang menggugat cerai kebanyakan mengeluhkan seringnya cekcok saban hari.

Faktor penyebab cerai. (NETZ/Farabi Ferdiansyah)

 

Stella Vania, mentor Single Parents Indonesia in Motion yang juga kandidat magister psikologi dari Universitas Padjajaran menyarankan bagi pasangan muda untuk lebih bisa menyesuaikan diri ketika menikah.

“Salah satu faktor yang bisa memicu perceraian adalah kegagalan menyesuaikan diri terhadap peran dalam rumah tangga, sehingga memicu konflik dalam rumah tangga,” ujar Stella.

FARABI FERDIANSYAH

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments