hero
(INSTAGRAM)

EDITOR : REZA ADITYA

25 Mei 2018, 14:15 WIB

INDONESIA

Polisi menetapkan RJ, pemuda yang menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo, sebagai tersangka. Anak baru gede berusia 16 tahun itu dijerat Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 UU ITE.

"Yang bersangkutan kami kenakan pasal UU ITE, ancamannya enam tahun penjara," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Jumat, 25 Mei 2018.

Permintaan maaf penghina Presiden bersama ayahnya. (NET)  

 

BACA JUGA:
Pemuda Penghina Presiden Jokowi Minta Maaf

Meski ditetapkan tersangka, RJ tidak ditahan. Menurut Argo, RJ saat ini dititipkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Pertimbangan tidak menahan RJ, kata Argo, adalah karena ancaman hukumannya masih di bawah tujuh tahun penjara. Argo juga berjanji akan mengedepankan prinsip di dalam UU Sistem Pidana Anak. 

"Semalam RJ kami titipkan di tempat anak yang berhadapan dengan hukum," ujar Argo. "Prosesnya dari kemarin itu RJ dan sampai semalam masih di Polda Metro Jaya."

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (NET) 

 

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan sebuah video yang beredar di akun Instagram jojo_ismyname. Dalam video itu, RJ dengan bertelanjang dada memaki dan menantang Presiden. Pemuda itu bahkan mengeluarkan kata yang tidak pantas.

Tahun videonya viral, RJ didampingi ayahnya Heri Sukanto Tjahja, meminta maaf. Dalam sebuah video berdurasi satu menit lebih, Heri mengatakan anaknya itu sama sekali tak bermaksud menghina dan mengancam Presiden Joko Widodo.

Permintaan maaf itu tidak menggugurkan proses pidana yang telah dilakukan RJ. Pemuda yang duduk di bangku sekolah menengah atas itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

OCTA BARRY

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments