hero
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

22 Mei 2018, 08:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Menguatnya politik identitas di Indonesia mendapat sorotan khusus Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie. "Itu yang menjajah kita. Kita diadu-domba," ujar Habibie. Padahal menurut Habibie korban politik identitas itu adalah rakyat Indonesia sendiri. "Kita korbannya. Untuk menghilangkannya butuh waktu," lanjut Habibie.

Habibie mengungkapkan kekhawatirannya ini saat memberikan sambutan dalam acara “Sarasehan Nasional Keluarga Bangsa, Refleksi 20 Tahun Reformasi” yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin 21 Mei 2018. 

Presiden RI ke-3, BJ. Habibie saat berpidato dalam Refleksi 20 Tahun Reformasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

“Saya juga tadi mengatakan kita adalah masyarakat Islam terbesar namun kita bukan negara Islam,” ujar Habibie. “Tidak alasan bagi siapapun juga karena tidak sesuai dengan (keyakinan) berbuat yang neko-neko yang aneh-aneh, enggak boleh,” lanjut Habibie. 

Habibie juga memberikan masukan, agar Indonesia bisa mencapai tujuan reformasi seperti yang dulu dicita-citakan. "Kita harus konsolidasi dan lebih transparan," ujar Habibie. Untuk mewujudkan itu, Habibie menilai persatuan harus terjalin antar suku bangsa dan agama tanpa memandang kepentingan kroni dan golongan.

Puan Maharani (kiri), Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kiri), Ilham Habibie (kedua kanan) serta Yenny Wahid menjadi pembicara Sarasehan nasional. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Dalam kesempatan ini pula Habibie menilai cita-cita reformasi belum seutuhnya tercapai. Menurut Habibie meski beberapa bentuk reformasi seperti demokratisasi, penghapusan dwifungsi ABRI, dan pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) telah terwujud, sasaran utama reformasi berupa pembentukan peradaban sumber daya manusia di Indonesia yang lebih maju masih belum terlaksana. 

Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) BJ Habibie (tengah) didampingi Ketua Umum ICMI Jimly Asshidiqie (ketiga kiri) serta sejumlah tokoh muda Yenny Wahid (kiri), Puan Maharani (kedua kiri), Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan) dan Ilham Habibie (kanan). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Selain dihadiri oleh BJ Habibie, sarasehan ini dihadiri pula oleh beberapa putra-putri Presiden RI di era terdahulu, diantaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Puan Maharani, Fungsionaris Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Direktur Wahid Institut Yenny Wahid, dan Wakil Ketua Umum ICMI Ilham Akbar Habibie.

BAMBANG ADHI | IREZ ANG 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments