hero
Tenaga Ahli Kementerian Kominfo, Donny Budi Utoyo (paling kanan) pada diskusi Media Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018. (SETKAB)

EDITOR : REZA ADITYA

19 Mei 2018, 14:25 WIB

INDONESIA

Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Donny Budi Utoyo menilai agitasi dan propaganda kelompok radikal dan teroris dilakukan di dunia maya atau media sosial. Warganet, kata Donny, diimbau hati-hati dalam berselancar maya.

"Tujuannya, untuk memengaruhi warganet yang masih bisa dipengaruhi dengan kampamnye mereka (teroris)," kata Dony, seperti dilansir situs Sekretariat Kabinet yang NET.Z lihat, Sabtu, 19 Mei 2018.

(NET.Z)

 

Menurut Donny, 143 juta pengguna media sosial di Indonesia sangat berpotensi terkena virus radikalisme dan terorisme.  "Kita harus bicara hulu dan hilir. Hulu seperti apa? Ya itu, literasi, bicara konten dan narasi. Hilirnya pemblokiran," ujar dia.

Sejak pertama kali terjadi bom di tiga gereja di Surabaya, kata Donny, ada 1.285 akun media sosial diblokir. Akun-akun itu diyakini memuat konten radikalisme dan terorisme. Pemblokiran dilakukan dalam waktu tiga sampai empat hari.

Kementeroan Komunikasi dan Informasi, kata Donny, sudah jauh-jauh melakukan proses monitoring dan pemblokiran. Dia juga mengatakan institusinya intensif mengawasi muncul kembali akun-akun berkonten radikal dan terorisme.

(NET.Z)

 

"Salah satu upayanya adalah dengan aduan konten, internet sehat, siber kreasi, dan lainnya," ujar Donny. "Isinya dengan melakukan literasi digital, cara menghindari paham radikal."

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebelumnya mengatakan konten radikal di media sosial bisa mempengaruhi 500 orang per harinya.  Konten radikal itu diyakini dibuat oleh organisasi ISIS yang mulai menjangkit kawasan Asia Tenggara.

SETKAB | TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments