hero
AKBP Roni Faisal. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

15 Mei 2018, 15:00 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Aksi heroik Ajun Komisaris Besar Polisi Roni Faisal jadi sorotan publik saat aksi bom bunuh diri di depan Polrestabes Surabaya, Senin kemarin. Musababnya, Roni berani membopong anak pelaku bom bunuh diri yang masih hidup.

"Jadi pascakejadian, kami melihat di situ ada anak kecil, ada yang masih hidup. Kami terpanggil," kata Roni mengisahkan keberaniannya menyelamatkan  anak teroris itu, Senin, 14 Mei 2018.

Aksi AKBP Roni Faisal selamatkan anak teroris. (NET) 

 

BACA JUGA:

Instingnya sebagai seorang ayah yang juga memiliki anak perempuan membuat Roni berani mendekati tempat kejadian perkara yang masih terdapat kepulan asap. Saat itu, Roni tak memikirkan adanya bom susulan di lokasi.

"Ini adalah panggilan hati, bukan aksi heroik," ujar Roni yang ogah disebut pahlawan atas aksinya itu. "Bagi insan Polri, mengayomi dan melindungi."

Aksi AKBP Roni Faisal selamatkan anak teroris. (NET)

 

Roni pada saat itu haqul yakin di tubuh bocah perempuan itu tidak ada benda mencurigakan layaknya bom. Musababnya, saat itu anak perempuan tersebut hanya mengenakan kaos oblong dan celana panjang biasa.

"Mungkin kami juga diberi kekuatan untuk menyelematkan, medekatinya, dan langsung kami cek," kata dia. "Kami bawa ke dokter Polrestabes Surabaya untuk ditangani."

Roni yang ternyata adalah Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya itu tak tahu jelas kondisi anak yang diselamatkannya. Yang dia tahu, sekujur tubuh anak itu penuh dengan darah. "Dan merintih minta tolong," kata Roni.

Anak teroris yang diselamatkan AKBP Roni. (NET) 

 

Polisi mengungkap pelaku yang mengebom pintu masuk Polrestabes Surabaya itu satu keluarga. Identitas mereka Tri Murtiono, kelahiran Surabaya, 4 Juni 1968. Tri adalah kepala keluarga. 

Kemudian istrinya yang bernama Tri Ernawati, kelahiran Surabaya, 10 Desember 1975. Lalu tiga orang anak mereka: MDAM, anak tertua kelahiran Surabaya, 16 Desember 1999; MDSM, anak kedua kelahiran Surabaya, 31 Mei 2003. 

Terakhir AAP, kelahiran Surabaya, 6 Agustus 2010. AAP inilah yang masih hidup dan diselamatkan AKBP Roni. AAP kini masih dirawat intensif di rumah sakit setempat.

JULI SUSANTO

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments