hero
Presiden Joko Widodo. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

15 Mei 2018, 18:55 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo menambah empat orang untuk mengisi posisi Staf Khusus Presiden. Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

“Jadi memang betul ada 4 penambahan staf khusus sesuai dengan keperluan, melihat begitu banyak persoalan. Harapannya staf khusus betul-betul bisa membantu Presiden, karena yang dipilih ini adalah secara langsung operasional,” kata Pramono usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Seskab Pramono Anung memberikan penjelasan kepada wartawan, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (15/5). (SETKAB/ Humas/Jay)

Staf Khusus yang baru diangkat Presiden Jokowi itu adalah Abdul Ghofarrozin, Siti Ruhaini Dhzuhayatin, Adita Irawati dan Ahmad Erani Yustika. 

Abdul Ghofarrozin merupakan putra ulama kharismatik (Alm) KH Achmad Sahal. “Staf Khusus ini akan mendampingi Presiden ketika beliau berkunjung ke pondok-pondok pesantren, madrasah, ke lingkungan-lingkungan yang seperti itu,” kata Seskab.

Kemudian, Siti Ruhaini Dhzuhayatin yang merupakan tokoh Islam sekaligus aktivis hak asasi manusia. Menurut Pramono, Siti akan bertugas menjadi Staf Khusus Presiden untuk keagamaan yang bersifat internasional.

Selanjutnya Adita Irawati, bekas Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Pramono menjelaskan, Adita akan membantu Presiden membenahi komunikasi yang ada di Kementerian/Lembaga.

Terakhir Ahmad Erani Yustika, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Menurut Pramono, Ahmad Erani menjadi Staf Khusus Presiden bidang ekonomi.

“Jadi yang diangkat adalah orang-orang dengan latar belakang yang profesional, sepenuhnya staf khusus profesional ini,” tegas Pramono.

Seskab meyakini penambahan empat Staf Khusus Presiden itu tidak akan tumpang tindih dengan Staf Khusus Presiden yang sudah ada. Ia mengingatkan tugas Presiden yang begitu besar, sehingga memerlukan tambahan Staf Khusus.

“Banyak tugas yang begitu banyak yang ada di dalam lingkaran Presiden, memerlukan penambahan staf khusus,” jelas Pramono.

TIM LIPUTAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments