hero
(SETKAB)

EDITOR : REZA ADITYA

8 Mei 2018, 13:40 WIB

INDONESIA

Perjuangan Agus Yudha tidak sia-sia. Setelah menempuh 26 hari berjalan kaki dari Mojokerto, Jawa Timur, ke Jakarta, dia akhirnya bisa mewujudkan keinginannya: bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Bersama puluhan pengemudi truk dan angkutan barang se-Indonesia, Agus menyampaikan keluh kesahnya soal nasib pengemudi. Khususnya, makin maraknya praktik pungutan liar dan premanisme.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) menyalami pengemudi angkutan barang . (ANTARA/Wahyu Putro)

 

"Selama ini kami bingung dengan adanya pungutan liar  dengan adanya premanisme," ujar Agus, di depan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Selasa, 8 Mei 2018.

Agus mengatakan praktik pungutan liar dan premanisme yang kerap menyasar para pengemudi truk sudah sering dilaporkan ke kepolisian setempat. Namun, laporan itu mandek dan tidak ditindaklanjuti aparat.

"Kami laporan ke kepolisian sektor, kepolisian resor, kepolisian daerah, ya hanya sekadar laporan saja," ujar dia. "Tetap saja masalahnya begitu."

Pengemudi angkutan barang  menjelang pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. (ANTARA/Wahyu Putro)

 

Mendengar keluhan Agus, Presiden Jokowi kaget. Dia tidak menyangka praktik dan pungutan liar di jalanan dan merugikan para sopir masih banyak.

"Lalu banyaknya premanisme di jalan oleh aparat nanti saya akan perintahkan langsung Pak Kapolri dan Wakapolri agar ditindaklanjuti," ujar Presiden. "Tidak bisa seperti itu. Itu meresahkan dan menyebabkan biaya tinggi."

Jokowi mengatakan peran sopir dalam pendistribusian logistik  sangat diperlukan. Presiden tak ingin distribusi logistik terhambat akibat maraknya praktik pungutan liar dan premanisme yang masih merajalela di jalanan.

Adanya praktik pungutan liar dan premanisme juga berdampak pada tingginya biaya logistik. Akibatnya, harga barang ataupun makanan yang dibawa oleh truk itu ke pasar-pasar semakin mahal.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih  telah memberikan masukan kepada pemerintah dalam rangka  memperbaiki arus barang, arus logistik, transportasi di jalan agar semuanya bisa berjalan dengan baik," ujar Presiden.

PRIHARDANI PURBA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments