hero

EDITOR : REZA ADITYA

20 April 2018, 17:15 WIB

INDONESIA

Warganet dihebohkan dengan viralnya video seorang guru yang menampar siswa di kelas. Belakangan diketahui insiden itu terjadi di Sekolah Menengah Kesatrian (SMK)  Purwokerto, Jawa Tengah pada Kamis pagi kemarin.

Kepala SMK Kesatrian Purwokerto Agung Budiyono membenarkan adanya tindak kekerasan di sekolahnya itu. Namun sayangnya, dia tidak ingin menjelaskan lebih detail kronologi sang guru menghajar anak didiknya.

"Ya kalau sudah ditangani polres ya berarti benar," kata Agung, di kantornya, Jumat, 20 April 2018. "Sudah gitu saja. Ya kita tunggu saja." NET.Z merangkum sederet fakta peristiwa kekerasan di sekolah yang dilakukan oknum guru itu. Berikut rangkumannya.

1Siswa Dianggap Nakal


Oknum guru yang menampar siswa di SMK Kesatrian itu diketahui bernama Lukman Septiadi. Lukman sadar videonya menabok murid akan menjadi viral di media sosial.

Setelah menyakiti siswanya, dia kemudian membuat video klarifikasi. Dalam video itu, Lukman mengatakan ada alasan tersendiri menabok pipi sembilan siswanya itu.

"Saya paham, saya mengerti, saya pun melakukannya dengan tujuan, saya tidak serta merta melakukannya tanpa tujuan," kata Lukman dalam video itu.

2 Muridnya Kelas 11

Viral guru tampar siswa. (ISTIMEWA) 


Kepala SMK Kesatrian Purwokerto Agung Budiyono mengatakan siswa yang ditabok Lukman adalah murid kelas 11. Agung tidak menjelaskan alasan Lukman menabok anak didiknya itu.

Namun menurut beberapa informasi yang diterima NET, sembilan siswa itu membolos alias tidak hadir saat mata pelajaran teknik jaringan komputer. Lukman adalah guru yang mengajar mata pelajaran itu.

3Polisi Bertindak

(NET)


Video klarifikasi Lukman setelah memukuli siswanya tidak membuat perkara itu berhenti. Aparat Kepolisian Resor Banyumas langsung mendatangi SMK Kesatrian Purwokerto.

Di sana, mereka langsung menginterogasi Lukman dan juga memintai keterangan sembilan siswa yang ditampar. Tindakan Lukman berujung pidana.

4 Lukman Guru Honorer

Kapolres Banyumas Bambang AKBP Yudhantara Salamun. (NET)


Kepala Kepolisian Resor Banyumas Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara Salamun mengatakan Lukman merupakan guru tidak tetap di SMK Kesatrian. Lukman, kata Bambang, telah diperiksa intensif atas perkara tersebut.

5Polisi Tetapkan Guru Tersangka

Kepala sekolah SMK Kesatrian Purwokerto, Agung Budiono (kanan), menemui pendemo dan perwakilan orangtua murid korban kekerasan oknum guru di di SMK Kesatrian Purwokerto. (ANTARA/Idhad Zakaria)


Kepolisian Resor Banyumas menetapkan Lukman Septiadi, guru di SMK Kesatrian Purwokerto, tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap anak. Lukman terancam masuk bui.

"Pasal yang dikenakan adalah Pasal 80 ayat 1  UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," kata Kapolres Banyumas Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara Salamun. "Saat ini sudah diperiksa 13 saksi."

BAYU NUR SASONGKO

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments