hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

19 April 2018, 14:00 WIB

BALI, INDONESIA

Tempat makan yang menawarkan hidangan khas Bali memang sudah banyak. Tapi kalau tempat makan yang menawarkan suasana serta hidangan tradisional khas Bali pastinya masih jarang banget. Buat kamu yang mau menikmati hidangan tradisional otentik khas Bali sambil bersantai dengan suasana khas Bali tempo dulu, maka kamu harus pergi ke warung yang satu ini.

Warung Celagi. (NET/Dewa)
Suasana di dalam warung. (NET/Dewa)

Nama ‘Warung Celagi’. Warung sederhana yang terletak di Kesiman, Denpasar, Bali ini, memiliki konsep yang berbeda, yakni Bali tempo dulu. Nama celagi terinspirasi dari pohon asam yang tumbuh di pekarangan tempat makan ini. Dalam bahasa Bali celagi artinya pohon asam.

Memasuki warung ini kamu akan disambut suara kincir bambu yang berputar tertiup angin. Tumpukan sabut kelapa di kanan dan kiri pintu masuk, menambah suasana tradisonal. Selain atap yang dihiasi daun kelapa atau janur, seluruh bangunannya pun tergantung hiasan tradisional dan buah-buahan alami yang sudah dikeringkan. Mulai dari labu hingga kelapa. Menengok ke bagian dapur, suasana tempo dulu kian kental terasa karena proses memasak yang menggunakan tungku.

Dapurnya masih menggunaka tungku. (NET/Dewa)

Keprihatinan terhadap semakin sedikitnya tempat yang mengangkat nuansa tradisional menjadi alasan pemilik, Bayu Pramana, serius mengangkat tema Bali tempo dulu.

 “Kalau tempat ini memang suasananya kita desain dengan suasana pedesaan Bali sekitar tahun 20 atau 30-an. Kalau sekarang kita lihat di Denpasar sebagian besar gedung-gedung dibuat dari beton, besi. Jadi, kita berpikir untuk membuat tempat seperti ini yang dirancang seperti Bali tempo dulu,” ujar Bayu.

Tak hanya konsep bangunan, semua menu yang ditawarkan pun serba tradisional. Tentunya juga khas dari Pulau Dewata, seperti cerancam ayam, jukut urab, hingga es celagi.

Jukut Urap, menu khas Bali. (NET/Dewa)
Ini dia sebagian menu otentik Bali. (NET/Dewa)

Cerancam ayam adalah sajian makanan yang menggunakan bumbu base genep khas bali yang dipadukan dengan daging ayam, cabai, bawang putih, bawang merah, seledri, hingga minyak kelapa asli yang dimasak kemudian dicampur kuah cerancam.

Sedangkan jukut urab atau yang biasa dikenal dengan nama urap, terdiri dari sayuran segar yang direbus, seperti bayam, sawi, dan kecambah. Kemudian dicampur dengan bumbu khas, seperti terasi Bali, jeruk nipis, sambal hijau, dan yang paling penting adalah serundeng.

Menikmati makanan otentik Bali dengan suasana jadul. (NET/Dewa)

Menariknya lagi, semua makanan yang diusguhkan di warung ini tanpa menggunakan penyedap dan non-pestisida. Jadi, dijamin sehat.

Untuk menikmati suasana pedesaan Bali tempo dulu dengan menu makanan khas pulau Dewata, kamu dapat datang ke tempat ini mulai pukul 10 pagi hingga 9 malam. Harga menu yang ditawarkan pun cukup bervariasi, mulai dari Rp 15.000 – Rp 50.000.

VERRA ZENVIA

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments