hero

EDITOR : REZA ADITYA

17 April 2018, 13:55 WIB

INDONESIA

Manajemen Facebook Indonesia 'disidang' oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat terkait kebocoran data satu juga pengguna. Agenda dengar pendapat itu digelar hari ini di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha mengatakan ada beberapa hal yang ingin disampaikan anggota parlemen kepada Facebook. Dia menyoroti soal mekanisme bisnis yang diterapkan media sosial itu selama ini.

BACA JUGA:

"Ini perlu sekali lagi mendapat penekanan dalam sesi tanya jawab, kami berharap apakah Facebook mau mengganti model bisnis," ujar Satya, di Kompleks Parlemen, Selasa, 17 April 2018.

Berikut rangkuman pertanyaan yang akan dicecar Komisi I kepada manajemen Facebook Indonesia.

1Kerja sama dengan Konsultan Politik

(PIXABAY)


Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha ingin mempertanyakan terkait kerja sama Facebook dengan salah satu konsultan politik. Hal yang paling disoroti adalah menyoal bocornya data pengguna Facebook ke Cambridge Analytica.

"Apakah Cambdrige Analytica mempunyai hak atau akses terhadap data yang ada di dalam Facebook," ujar dia. "Maka apa hubungannya Cambridge dengan lembaga konsultan politik yang ada Indonesia."

Seperti diketahui, 87 juta data pengguna Facebook di seluruh dunia bocor.  Dari jumlah itu, 70 juta di antaranya adalah data warganet Amerika Serikat. 

Di Indonesia, satu juta data pengguna yang datanya dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica.

2Cara Menjaga Kerahasiaan Data Pengguna

 Ilustrasi kerahasiaan. (PIXABAY)


Satya juga nantinya akan menanyakan ke Facebook bagaimana cara menjaga kerahasiaan data pengguna. "Kami ingin tahu, apa cara-cara mereka, item apa yang masuk dalam kategori perlindungan pribadi," ujar dia.

Menurut Satya, jika terjadi kasus kebocoran data seperti yang dialami baru-baru ini, apa yang akan dilakukan Facebook selanjutnya. "Supaya tidak dimanfaatkan untuk tujuan bisnis tertentu."

3Jadi Acuan Membuat Undang-undang Perlindungan Data

Ilustrasi undang-undang. (ANTARA)


Satya mengatakan rapat dengar pendapat dengan Facebook ini diharapkan sebagai stimulus parlemen segera menyelesaikan undang-undang tentang perlindungan kerahasiaan data pengguna.

"Kami perjuangkan komitmen dari pimpinan DPR untuk dimasukkan dalam program legislasi nasional tahunan prioritas," ujar Satya.

4Menguji Komitmen Facebook

(FLICKR)


Satya belum mau bersikap lebih lanjut terkait adanya kebocoran data pengguna Facebook. Dia mengatakan akan mendengar penjelasan lebih rinci dari manajemen Facebook Indonesia soal langkah yang akan diambil.

"Ini kan baru pertemuan pertama. Kami lihat langkah dan komitmen Facebook, dari situ kami bisa rekomendasikan ke pemerintah," ujar dia. 

Jika Facebook menganggap kebocoran satu juta data pengguna hal yang biasa, bukan tidak mungkin media sosial itu akan ditutup sementara operasionalnya di Indonesia. Satya berkaca dari pelarangan Facebook di Cina.

"Karena mungkin policy maker di Cina sudah berpikir jauh melihat adanya big data yang dikuasai," ujar dia. "Sementara kita tidak."

DEA GITHA | TIM LIPUTAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments