hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

6 April 2018, 06:05 WIB

BATU, INDONESIA

Berprofesi sebagai sopir yang bertugas mengantar jemput siswa sekolah mungkin udah jadi hal yang biasa. Tapi kalau siswanya berkebutuhan khusus? Itu baru luar biasa. 

Yup, profesi inilah yang dijalani oleh seorang pria bernama Sugiono, warga Desa Torongrejo, Batu, Jawa Timur. Setiap harinya ia harus menjemput belasan anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Batu, Jawa Timur.

Sugiono, pengantar difabel di Batu, Jawa Timur sekolah. (NET.CJ/Hasan Syamsuri)

Sejak pukul 06.00 WIB, Sugiono mulai menjemput anak-anak tersebut menggunakan mobil bantuan dari Pemkot Batu. Sebagian anak ada yang sudah menunggu di pinggir jalan, namun ada pula yang harus dijemput di rumahnya.

Selain menyupir, Sugiono juga kerap membantu menggendong beberapa siswa untuk keluar dan masuk mobil. Tak jarang ia harus memutar otak supaya mobil bisa mengangkut semua siswa. Ini karena ada beberapa orang tua siswa yang ikut ke sekolah untuk mendampingi anak-anaknya.

Salah satu difabel yang setiap hari diantar Sugiono. (NET.CJ/Hasan Syamsuri)

Meski pekerjaannya terbilang sulit dan membutuhkan kesabaran ekstra, Sugino mengaku mencintai pekerjaannya ini. Ayah dari dua anak ini mengaku bahagia dan iklas menolong anak-anak istimewa ini untuk bisa menuntut ilmu.

"Saya sangat suka dengan pekerjaan ini karena saya mengabdi dengan tulus, lalu karena pekerjaan ini saya merasa bahagia. Dan saya ihklas menjalani ini," ujarnya.

Caption

Sugiono sendiri sudah menjalani profesi ini selama hampir dua tahun. Perannya pun sangat diapresiasi oleh pihak sekolah dan orang tua murid. Wajar saja, sejak kehadirannya semua anak-anak bisa masuk sekolah setiap hari tanpa terlambat karena kesulitan mencari transportasi.

"Saya merasa senang dengan kehadiran Pak Sugiono. Jadi tidak ada kesulitan untuk sekolah anak. Jadi lebih mudah." ujar Umayati selaku wali murid.

Sugiono, pengantar difabel di Batu, Jawa Timur sekolah. (NET.CJ/Hasan Syamsuri)

SLB Negeri Kota Batu memiliki 100 siswa. Terdiri dari siswa tuna rungu, tuna netra, tuna grahita, tuna daksa, autisme hingga hyper active. Sebagian siswa bersekolah diantar oleh orangtuanya, sedangkan sebagian lagi harus diantar jemput karena tidak memiliki kendaraan sendiri.

NET.CJ HASAN SYAMSURI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments