hero
(WIKIMEDIA COMMONS)

EDITOR : REZA ADITYA

20 Maret 2018, 11:25 WIB

INDONESIA

 Halaman muka Google hari ini, Selasa, 20 Maret 2018 dihiasi doodle hitam putih. Seorang pria berkumis yang mengenakan jas di gambar itu terlihat sedang memegang kamera film zaman old berlatar tiga  dara.

Siapakah orang yang diabadikan di laman Google itu? Dia adalah Usmar Ismail, pelopor perfilman di Indonesia. Google merayakan hari jadi Usmar ke-97.

Pria kelahiran Bukittinggi itu menghembuskan nafas terakhirnya pada 2 Januari 1971. Namun, namanya tetap dikenang karena berkontribusi banyak untuk kemajuan film Indonesia.

Dari berbagai sumber, NET.Z merangkum lima fakta yang harus diketahui anak zaman now soal prestasi dan kontribusi Usmar Ismail. Berikut fakta-faktanya.

1Bapak Perfilman Indonesia

Laman Google merayakan hari jadi Usmar Ismail ke-97, Selasa, 20 Maret 2018. (GOOGLE)


Usmar Ismail dinobatkan sebagai Bapak Perfilman Indonesia. Seperti dilansir Historia, Usmar bersama Rosihan Anwar mendirikan Pusat Film Nasional Indonesia (Perfini) pada tahun 1950.

Di tahun yang sama, dia juga mulai membuat film pertamanya dengan judul Darah dan Doa. Proses pengambilan gambar dimulai pada 30 Maret 1950. Di hari itulah kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.

2Membuat Puluhan Film

Tiga Dara. (MLDSPOT)


Majalah Historia mencatat selama hidupnya, Usmar membuat 33 film layar lebar. Rinciannya adalah 13 film komedi, 9 film satire, 7 film aksi, dan 4 film musikal.

Dari puluhan karyanya itu, ada satu film yang direstorasi pada tahun 2013. Judulnya adalah Tiga Dara. Film itu beredar di bioskop yang ada di Indonesia pada Agustus 2016. 

Tiga Dara yang aslinya diproduksi pada tahun 1956 itu disebut-sebut sebagai karya terbaik Usmar. Film itu kaya akan standar estetika yang tinggi pada masanya.

3Ditipu Produser Film Italia

Usmar Ismail. (Wikimedia Commons)


Di tahun 1970, Perfini mendapat tawaran kerja sama dengan International Film Company asal Italia untuk membuat film Adventures in Bali. Namun, proses produksi film itu terkendala.

Di surat pembaca majalah Ekspres pada 21 Desember 1970, Usmar mengungkapkan kekecewaannya bekerja sama dengan International Film Company. Menurut dia, perusahaan film itu telah banyak mengecewakan Perfini. 

Usmar merasa ditipu karena namanya tidak tercantum di dalam film yang diedarkan di Eropa itu. Dia merasa tertekan. Perfini juga harus menombok biaya artis dan produksi.

4Mantan Wartawan

Usmar Ismail yang diabadikan dalam perangko. (WIKIMEDIA COMMONS)


Sebelum terjun ke industri film nasional, Usmar ternyata pernah menjadi wartawan.Dia bahkan menjadi pendiri dan redaktur harian Patriot. Usmar menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia periode 1946-1947.

5Penghargaan yang Diraih

Usmar Ismail (kiri) saat mendapat penghargaan. (WIKIMEDIA COMMONS)


Tahun 1962, Usmar mendapat Piagam Wijayakusuma dari Presiden Soekarno. Di tahun 1969, dia menerima Anugerah Seni dari Pemerintah RI. 

Setelah meninggal, namaya diabadikan sebagai pusat perfilman Jakarta Usmar Ismail. Namanya juga menjadi tempat konser Usmar Ismail Hall.

BERBAGAI SUMBER

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments