hero
Spanduk dan poster dalam aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

20 Maret 2018, 14:00 WIB

INDONESIA

Aparat penegak hukum Arab Saudi menghukum mati Muhammad Zaini Misrin pada Ahad kemarin. Buruh migran asal Bangkalan, Madura itu, dieksekusi karena terbukti membunuh majikannya pada tahun 2004.

Kabar hukuman mati Zaini membuat geger masyarakat Indonesia. Musababnya, otoritas pemerintah Arab tak memberikan notifikasi kepada pemerintah Indonesia ihwal jadwal eksekusi Zaini.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan Indonesia kecewa dengan sikap Arab Saudi. Zaini dipancung tanpa diberi tahu terlebih dahulu.

"Pemerintah sepenuhnya bisa memahami bahwa di dalam aturan nasional pemerintah Arab, tidak ada aturan untuk memberikan notifikasi dalam hal akan dilakukan eksekusi," kata Iqbal, Senin, 19 Maret 2018.

Namun menurut Iqbal, sebagai negara yang menjalin persahabatan, Arab harusnya memberi tahu Indonesia soal waktu eksekusi Zaini. NET.Z merangkum kronologi Zaini meregang nyawa di Negeri Padang Pasir itu.

1Hijrah ke Negeri Petro Dollar

(ANTARA)


Iqbal mengisahkan awal Zaini pergi ke Arab sebagai buruh migran. Zaini mengawali kariernya sebagai tenaga kerja Indonesia di Negeri Petro Dollar pada tahun 1992.

Di sana, Zaini berprofesi sebagai sopir di salah satu keluarga. Baru juga empat tahun sebagai sopir, Zaini kembali ke Indonesia pada tahun 1996 untuk pulang kampung.

Zaini tak lama pulang ke Indonesia, di tahun yang sama, dia kembali lagi ke Arab. Profesinya masih sebagai sopir untuk keluarga yang sama di Negeri Padang Pasir itu.

2Zaini Dituding Membunuh Majikannya

Ilustrasi pembunuhan. (PIXABAY)


Pada tahun 2004, Zaini ditangkap aparat kepolisian Arab Saudi atas tuduhan membunuh majikannya yang bernama Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy. Belum jelas motif pembunuhan tersebut.

Namun menurut Direktur Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo, Zaini saat itu dipaksa mengaku membunuh majikannya. Zaini berada di bawah tekanan.

Walhasil, pada tahun 2008,  pengadilan setempat menjatuhkan hukuman matu pada pria berusia 53 tahun itu.  Di tahun 2009, pemerintah Indonesia melalui KJRI Jeddah meminta Zaini dibebaskan. Namun upaya itu gagal.

3Dua Kali Mengajukan PK

 

Ilustrasi hukum. (PIXABAY)


Pemerintah Indonesia berupaya sekuat tenaga membebaskan Zaini dari jerat hukuman mati. Caranya adalah dengan mengajukan peninjauan kembali atau PK pada tahun 2017 dan terakhir Januari 2018.

Lagi-lagi upaya itu gagal. Otoritas pengadilan setempat tetap meyakini Zaini bersalah atas pembunuhan terhadap majikannya itu.

4Melibatkan Tokoh Pemerintah Arab Saudi

Spanduk dan poster dalam aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018. (ANTARA)


Total sebanyak 42 nota diplomatik dilayangkan untuk membebaskan Zaini. Pemerintah Indonesia juga telah mengirimkan surat pribadi kepada tokoh pemerintah setempat. Upaya itu kandas dan Zaini tetap dipancung.

 

5Buruh Migran ke-4 yang Dihukum Mati di Arab

Aksi unjuk rasa menolak eksekusi mati di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018. (ANTARA)


Zaini bukanlah satu-satunya tenaga kerja Indonesia yang dipancung di Arab Saudi. Dalam kurun waktu 10 tahun, sudah ada lima buruh migran yang meregang nyawa di Negeri Minyak itu.

 

JORDIE YONATAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments