hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

19 Maret 2018, 14:20 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan, informasi tentang 72 juta Kartu Tanda Penduduk elektronik yang hilang adalah hoaks alias berita bohong. Informasi itu sebelumnya beredar di dunia maya.

Menurut Tjahjo, tidak ada 72 juta KTP elektronik yang kosong dan hilang.

"Sampai saat ini data KTP el aman. Sistem keamanan dibuat berlapis," kata Menteri Tjahjo dalam keterangan yang diperoleh dari Pusat Penerangan Kemendagri, Senin, 19 Maret 2018. 

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. (Kemendagri)

Tjahjo mengatakan, blangko yang tersedia hingga saat ini hanya berjumlah 20 juta keping. "Jadi, kalau dikatakan 72 juta KTP el hilang, tak masuk akal," sambung dia. "Isu itu dihembuskan memang untuk memperkeruh situasi. Tujuannya membuat resah masyarakat."

Isu hilangnya KTP elektronik ini muncul seiring mencuatnya rumor dibajaknya data pelanggan telepon seluler. Menurut Tjahjo, informasi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga pelanggan seluler yang dirumorkan bocor juga tidak benar.

Blanko KPT elektronik. (ANTARA)

NIK dan nomor KK yang digunakan untuk registrasi kartu seluler, lanjut Tjahjo, tidak bisa digunakan untuk fraud perbankan atau kejahatan manipulasi informasi perbankan. Sebab, detail data NIK dan KK tidak bisa dibuka, hanya bisa dilihat angkanya saja.

"Karena yang digunakan oleh operator hanya NIK dan nomor KK yang berupa angka tanpa bisa dibuka isi datanya. Kedua nomor tersebut hanya sebagai verifikator sesuai atau tidak sesuai," pungkas Tjahjo.

KEMENDAGRI 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments