hero

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

15 Maret 2018, 13:20 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kredit pendidikan jadi salah satu bahasan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan di depan para pimpinan bank umum Indonesia di Istana Negara, Kamis pagi. Presiden hadir didampingi Menko Perekonomian, Darmin Nasution dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Presiden Joko Widodo memberi paparan di hadapan pimpinan bank umum di Indonesia. (Antara/Wahyu Putro A)

Para pelaku industri perbankan diminta mulai memikirkan kredit untuk pendidikan atau student loan, seperti yang sudah dilakukan di Amerika Serikat. Presiden sebutkan angka kredit pendidikan di negeri Paman Sam mencapai US$ 1,3 triliun dollar, jauh melebihi angka pinjaman kartu kredit yang mencapai US$ 800 milyar dollar. 

Kredit untuk pendidikan ini diharapkan mampu mengubah perilaku konsumtif masyarakat. Di negara maju kredit pendidikan ini umumnya berupa pinjaman uang untuk biaya sekolah, dimana orang tua menjadi penjamin, dan sang mahasiswa melunasinya setelah lulus nanti.

Presiden Joko Widodo berbincang dengan para pimpinan bank umum di Indonesia. (Antara/Wahyu Putro A) 

Pada pertemuan ini, presiden juga tunjukkan keprihatinannya terkait angka pertumbuhan kredit tahun 2017 yang hanya mencapai 8.24 persen. Angka ini jauh dari target yang sudah ditentukan yaitu 9-12 persen.

Presiden pun menghimbau para pelaku industri perbankan untuk tidak main aman dan berani mengambil resiko terkait pemberian kredit. Presiden Jokowi bahkan berseloroh dengan mengatakan, “Main aman hanyalah sebuah ilusi, apalagi di tengah era globalisasi saat ini.”

PRIHARDANI PURBA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments