hero
Stephen Hakwing. (WIKIMEDIA COMMONS)

EDITOR : REZA ADITYA

14 Maret 2018, 16:55 WIB

INGGRIS

Fisikiawan teoritis ternama dunia Stephen Hawking menghembuskan nafas terakhirnya hari ini, Rabu, 14 Maret 2018 dinihari waktu setempat. Hawking tutup usia di umur ke-76 tahun.

Kematiannya meninggalkan banyak teori fisika yang menghebohkan dunia. Salah satu yang paling tersohor adalah teori mengenai konsep lubang hitam. Selain itu, ada juga teori tentang Tuhan yang menuai kontroversi.

Di balik pemikirannya yang terlalu jenius, ada beberapa fakta yang ternyata tidak diketahui banyak orang. NET.Z merangkum 10 fakta tentang Hawking seperti dilansir situs HowStuffWorks.

1Mencoba Naik Pesawat Tanpa Gravitasi

 

Stephen Hawking mencoba pesawat tanpa gravitasi. (SPACE)


Pada tahun 2007, Hawking mencoba naik pesawat tanpa gravitasi. Itu kali pertama fisikawan tersohor tersebut mencoba berada layaknya di luar angkasa.

Hawking diberikan tiket gratis oleh Zero Gravity Corporation untuk menikmati sensasi melayang di pesawat jet Boeing 727 dalam penerbangan di atas Samudera Atlantik.

2 Percaya dengan Alien

Ilustrasi alien. (WIKIMEDIA COMMONS)

Hawking percaya adanya alien di jagat semesta yang luas ini. Menurut dia, manusia hidup berdampingan dengan makhluk lain di luar semesta. Bisa jadi dalam bentuk kehidupan primitif ataupun lebih modern yang cerdas.

3Penulis Buku Anak

Buku anak yang ditulis Stephen Hawking dan anaknya. ( THE GUARDIAN)

 

Hawking ternyata seorang penulis buku anak-anak yang handal. Dia pernah menerbitkan buku George's Secret Key to the Universe bersama anak perempuannya, Lucy Hawking.

Buku itu adalah fiksi yang mengisahkan tentang anak muda bernama George yang berpetualang ke luar angkasa. Karyanya itu dibuat dalam trilogi yang diterbitkan pada tahun 2009.

4Banyak Mendapat Penghargaan

Hawking mendapat penghargaan dari Presiden AS Barack Obama. (THE GUARDIAN)

 

Stephen Hawking adalah fisikawan yang banyak mendapat penghargaan. Namun, dia belum pernah meraih penghargaan Nobel di bidang fisika.

 

5Kalah Bertaruh Teori Lubang Hitam

Ilustrasi lubang hitam. (WIKIMEDIA COMMONS)


Hawking pada tahun 1975 berpendapat bahwa lubang hitam tidak sepenuhnya hitam. Warna di lubang itu dipengaruhi efek radiasi energi sehingga warnanya bisa berubah.

Teori Hawking itu dibantah oleh fisikawan asal Amerika John Preskill. John tidak sependapat dengan Hawking. Di tahun 1997, John bertaruh bahwa teori Hawking itu salah.

Pada tahun 2004, Hawking mengaku kalah bertaruh. Teorinya yang digagas pada tahun 1975 itu diakuinya salah. 

6Menciptakan Teori Alam Semesta yang Tak Terbatas

 

Ilustrasi alam semesta. (SCINEWS)

Salah satu pencapaian besar Hawking adalah mengemukakan teori bahwa alam semesta tidak memiliki batasan. Teori itu dia keluarkan pada tahun 1983 bersama James Hartle, seorang fisikawan asal Amerika Serikat.

Di tahun itu, Hawking dan James menulis teori tentang sifat dan bentuk alam semesta. Mereka menggabungkan konsep mekanika kuantum dan juga mempelajari perilaku partikel mikroskopis.

Teorinya itu digabungkan dengan gagasan Albert Einstein tentang gravitasi dan ruang kurva massa. Tujuannya, untuk menunjukkan bahwa alam semesta adalah entitas yang terkandung namun belum memiliki batasan.

7 Hampir Putus Asa

Stephen Hawking. (SCIENCE ALERT)


Saat mengenyam pendidikan pasca-sarjana di Universitas Cambridge, Hawking mulai menunjukkan gejala amyotrophic lateral sclerosis , sejenis penyakit saraf yang membuat tubuhnya lumpuh dan sulit berbicara.

Keluarganya memutuskan membawa Hawking ke dokter spesialis. Sebelum ke dokter, Hawking mengunjungi pesta tahun baru di salah satu rumah temannya. Di sana, dia bertemu dengan Jane Wilde, yang kemudian menjadi istrinya.

Selama dua pekan menjalani pengobatan di rumah sakit, Hawking frustrasi. Penyakitnya semakin memperparah kondisi kesehatannya. Saat itu usianya baru 22 tahun. Dia pasrah hidupnya hanya dalam hitungan tahun lagi.

Ternyata, prediksinya itu meleset. Meski hidup penuh dibantu dengan peralatan yang melekat di tubuhnya, Hawking tetap hidup sampai pertengahan Maret 2018.

8Ikut Tim Dayung di Universitas Oxford

Tim Dayung Oxford. (OXFORD)


Kristine Larsen, seorang penulis biografi Hawking, mengisahkan bagaimana terisolasinya fisikawan itu di tahun-tahun pertama kuliah di Universitas Oxford. Bisa dibilang Hawking merasa inferior.

Untuk mengatasi kejenuhan akibat merasa terisolasi dari pergaulan, Hawking kemudian bergabung dengan tim dayung di universitas bergengsi di Inggris itu. Hawking tak peduli meski badannya tak sekekar pendayung lain di tim itu.

Keikutsertaan Hawking di tim dayung sebelum dia mengidap penyakit saraf yang menggerogoti tubuhnya. Saat itu, semua organ sang fisikawan masih berfungsi dengan normal.

9Tidak Suka Belajar Biologi

Stephen Hawking. (El Pais)

 

Sejak kecil, Hawking mulai menujukkan ketertarikannya pada pelajaran matematika. Frank Hawking, ayahnya, sebenarnya ingin mengarahkan anaknya itu menjadi seorang dokter.

Namun, Hawking kecil tidak suka mata pelajaran biologi. Menurutnya, pelajaran biologi tidak teralu tepat untuknya. Dia lebih suka mempelajari hal-hal yang lebih spesifik.

10Dikenal Sebagai Siswa Medioker

Stephen Hawking. (BOSTON GLOBE)

 

Hawking dewasa ini dikenal sebagai ilmuwan yang sangat cerdas. Teorinya bahkan mendobrak ilmu pengetahuan, spesialisasi bidang fisika. Namun siapa sangka, di masa sekolah, Hawking dianggap sebagai siswa yang biasa saja.

Di usianya yang ke-9, peringkat Hawking di kelas paling buruk di antara teman-teman sebayanya. Hawking kemudian dipecut untuk memperbaiki nilainya agar naik kelas. Tapi, upaya itu sia-sia, nilanya masih jauh dari rata-rata.

Meski demikian, di usia yang masih bocah itu, Hawking sudah mulai tertarik pada beberapa hal. Di antaranya adalah mekanisme berputarnya jam dan cara kerja radio.

Dari situ, guru dan teman-temannya sudah paham bahwa nilai akademik di sekolah bukanlah suatu acuan menentukan kecerdasan seseorang. Mereka percaya di masa depan Hawking akan menjadi seorang jenius. Dan itu terbukti.

BERBAGAI SUMBER

80

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments