hero
(WIKIMEDIA COMMON)

EDITOR : REZA ADITYA

14 Maret 2018, 13:45 WIB

INGGRIS

Ahli fisika ternama dunia Stephen Hawking meninggal dunia. Hawking menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu, 14 Maret 2018 waktu setempat di rumahnya di Cambridge.

Tiga anak Hawking yaitu Lucy, Robert dan Tim secara bersamaan mengeluarkan pernyataan, "Kami sangat sedih atas meninggalnya ayah kami tercinta hari ini," kata ketiganya seperti dilansir BBC.

Hawking meninggal di usia 76 tahun. Belum diketahui penyebab penulis buku A Brief History of Time itu meregang nyawa. Pihak keluarga hanya menyebut Hawking meninggal akibat sakit yang dideritanya.

Stephen Hawking. (WIKIMEDIA COMMONS)

 

Hawking lahir di Oxford, Inggris, pada 8 Januari 1942. Di sana, dia menghabiskan waktunya yang tertarik pada ilmu pengetahuan alam hingga kuliah di Oxford University.

Di usianya yang ke-22, Hawking didiagnosis mengidap sklerosis lateral amiotrofik, sejenis penyakit saraf yang menyerang neuron pengendali otot lurik. Hawking kesulitan berbicara dan bergerak.

Stephen Hawking saat masih muda. (WIKIMEDIA COMMONS)

 

Meski mengidap penyakit langka itu, Hawking tidak patah arang. Dia malah kembali melanjutkan pendidikan di bidang fisikanya di Universitas Cambridge. Di sana, pemikiran Hawking akan alam semesta semakin dikenal khalayak banyak.

Di antaranya yang paling kontroversial adalah tidak adanya kehidupan setelah kematian. Selain itu ada teori tentang lubang hitam dan big-bang.

BBC| THE GUARDIAN | ABC

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments