hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

22 Februari 2018, 17:20 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Wakil Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi Harun Al Rasyid meminta penyidik KPK Novel Baswedan berhati-hati atas kepulangannya ke Indonesia. Pesan Harun berdasarkan kekhawatirannya pada politisi yang mungkin akan memanfaatkan kepulangan Novel untuk menumpang popularitas.

"Kehadiranmu (Novel) di negeri ini akan banyak orang-orang yang menumpang tenar dengan dirimu. Akan banyak calon-calon, politisi, yang mencoba mendekatimu, hanya hadir di rumahmu, untuk meningkatkan popularitasnya," kata Harun dalam acara penyambutan Novel di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis, 22 Februari 2018.

Penyidik KPK Novel Baswedan didampingi Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Wakil Ketua Wadah Pegawai KPK Harun Al Rasyid saat tiba di Gedung KPK, Kamis, 22 Februari 2018. (ANTARA/Reno Esnir)

Namun demikian, Harun yakin Novel bisa melihat pihak mana saja yang datang untuk sekadar menumpang tenar dengan kepulangannya. "Engkau sudah pintar, sudah 10 tahun jadi penyidik KPK. Hati-hati," sambung Harun.

Wadah Pegawai KPK, lanjut Harun, menganggap Novel sebagai sosok pejuang, bukan selebritas. "Karena itu, pesan dari teman-teman, aturlah waktumu, Engkau masih harus bolak-balik ke Singapura," tambah Harun.

BACA JUGA:
5 Pesan yang Disampaikan Novel Baswedan saat Tiba di KPK
Selamat Datang Kembali, Novel Baswedan!

Harun Al Rasyid (peci putih) berdiri di samping Novel saat memberikan sambutan kedatangan. (NET)

Harun meminta pengertian dari media massa untuk memberikan waktu bagi Novel dalam memulihkan kesehatannya. Musababnya, Novel masih menjalani proses pemulihan sambil menunggu operasi mata tahap kedua di Singapura.

"Berikan waktu yang cukup, jangan terlalu dikejar-kejar, mohon ini dengan sangat. Beliau minggu depan juga harus kontrol ke Singapura dan sebulan berikutnya akan dilakukan operasi besar," ujar Harun.

BACA JUGA: Momen Kedatangan Novel Baswedan di Bandara Soetta

Sementara terkait pengungkapan kasus penyerangan, Harun meminta Novel berserah diri kepada Tuhan. Penegak hukum, seperti polisi, lanjut, hanya wasilah atau perantara jalan.

"Kalau engkau ingin Presiden bikin TGPF, minta kepada Allah. Minta, bukakan hati Presiden itu. Kalau pada akhirnya tim penyidik enggak bisa, tidak mampu, sudah angkat tangan, minta ke Allah, yakinlah dengan pertolongan Allah, minta agar Presiden dibukakan hatinya bentuk TGPF," ujar Harun.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments