hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

2 April 2018, 17:05 WIB

INGGRIS

Di Indonesia, profesi sebagai tukang pipa atau tukang ledeng mungkin bukan menjadi pekerjaan yang diimpikan. Selain karena penghasilannya yang kecil, pekerjaan ini dianggap tidak keren di kalangan anak muda.

Namun kisah tentang tukang pipa asal London, Inggris ini pasti bakalan bikin kamu iri dan terkejut. Sebab dari profesi ini, seorang pria bernama Stephen Fry mampu mendapatkan penghasilan yang besar hingga mengalahkan Perdana Menteri Inggris.

(The Sun)

Dikutip dari laman The Sun pada 4 Februari 2018 lalu, Stpehen dibayar sebesar Rp4 miliar pertahun. Penghasilan tersebut jelas lebih besar dibanding gaji Perdana Menteri yang hanya sebesar Rp2,8 miliar pertahun.

Dengan penghasilan seperti itu, ia bisa tinggal di salah satu kawasan elit yang terletak di Kensington, London. Bahkan ketika sedang memiliki waktu senggang, pria berusia 34 tahun tersebut bisa menikmati liburan mewah ke Maladewa.

Stephen mengaku telah menekuni pekerjaan ini selama bertahun-tahun. Ia pertama kali magang sebagai tukang ledeng saat berusia 17 tahun. Setelah merasa cukup ilmu, ia kemudian membangun bisnis sendiri saat berusia 20 tahun.

(The Sun)

Saat ini, Stephen biasa menerima panggilan perbaikan pipa selama 58 jam dalam waktu satu minggu. Meski begitu, Stephen mengaku hanya bekerja selama lima hari dan selalu menghabiskan akhir pekan di rumah.

Di hari kerja, Stephen memulai jadwal kerjanya dari pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat. Pada hari Senin dan Selasa, ia juga menerima panggilan di malam hari.

 "Saya tidak bisa benar-benar melihat diri saya berhenti bekerja. Saya menikmati pekerjaan karena saya adalah seorang pekerja. Saya pikir, saya akan bekerja sampai akhir," kata Stephen.

(The Sun)

Meski pekerjaanya menguras tenaga dan berat, Stephen mengaku menyukai pekerjaannya. "Setiap hari menyenangkan. Kamu bisa perhi ke tempat dimana perempuan punya masalah air bocor sampai menangis. Jadi, sangat menyenangkan saat kamu berhasil menghentikan air itu dan membuatnya bahagia." tutupnya. 

Saat ini, Stephen tergabung dalam perusahaan Pimlico Plumbers milik pengusaha Charlie Mullins. Minimnya jumlah tukang pipa di Inggris membuat upah di bidang ini cukup naik sebanyak 25%.

THE SUN | DAILY MAIL

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments