hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

14 Februari 2018, 19:00 WIB

AMBON, INDONESIA

Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait anggapan bahwa pembangunan infrastruktur tidak penting. Presiden menyampaikan pandangan di akun resmi Facebook-nya, Rabu, 14 Februari 2018.

"Kalau ada yang menganggap bahwa membangun infrastruktur itu tidak penting, mungkin karena mereka tidak tahu bahwa orang-orang di Papua terbiasa menanak nasi di pinggir jalan," tulis Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengendarai motor trail saat menyusuri jalan Trans Papua, Mei 2017 lalu. (Facebook/Presiden Joko Widodo)

Presiden menjelaskan, hal itu terjadi karena untuk menempuh perjalanan jauh, masyarakat Papua membutuhkan waktu panjang. 

"Kok bisa? Ya, karena mereka menghabiskan dua atau tiga hari untuk perjalanan sejauh 150 kilometer saja," sambung Presiden.

Menurut Presiden, pembangunan infrastruktur sangat penting untuk menunjang perekonomian. Presiden menuliskan apa yang disampaikannya saat membuka Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam di Ambon, Maluku.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap, Sulawesi Selatan. (Facebook/Presiden Joko Widodo)

"Saya mengungkapkan bahwa pemerintah membangun jalan, jembatan, pelabuhan, bandar udara, waduk, pembangkit listrik sebagai prasyarat pembangunan yang berkelanjutan, untuk menopang ekonomi nasional kita, dan untuk bisa berkompetisi dengan negara-negara yang lain," tulis Presiden.

Apalagi, sambung Presiden, Indonesia sangat luas. Menurut Presiden, ketersambungan antar wilayah menjadi hal penting dalam menopang ekonomi nasional.

Penampakan jalan Tol Soreang-Pasir Koja, Jawa Barat. Pemerintahan Presiden Jokowi menggiatkan pembangunan tol dan tol laut untuk menghubungkan wilayah Indonesia. (Facebook/Presiden Joko Widodo)

"Negara kita begitu besar, panjang dan luas sekali. Terbang lurus Banda Aceh sampai Wamena di Papua saja memakan waktu 9 jam 15 menit penerbangan. Itu sama dengan dari London, Inggris ke Istambul, Turki yang di antaranya terdapat beberapa negara lagi. Ada lebih 17.000 pulau dan 714 suku bangsa di dalamnya."

"Nah, infrastrukturlah yang mempersatukan Indonesia. Pembangunan infrastruktur itu adalah layanan dasar untuk rasa keadilan," tutup Presiden.

TIM LIPUTAN

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments