hero
Rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang ibu menyeret putrinya di Klaten. (NET/Angga Eka)

EDITOR : REZA ADITYA

13 Februari 2018, 12:15 WIB

INDONESIA

Pelaksana Tugas Kepala Dinas  Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Klaten Ronny Rukminto menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan Santi Kusuma tega menyeret F, putrinya dengan motor.

Menurut dia, dugaan utama karena Santi frustrasi. "Ada beberapa faktor kami pelajari, selama ini keluarganya baik-baik saja, hanya beberapa waktu terakhir baru keluar dari pekerjaan," kata Ronny, di kantornya, Selasa, 13 Februari 2018.

Rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang ibu menyeret putrinya di Klaten. (NET/Angga Eka)

 

BACA JUGA:

Ronny mengatakan hasil penelusuran institusinya, Sinta dan keluarganya tidak masuk dalam daftar keluarga yang rawan terjadi kekerasan. Perubahan perilaku ibu muda itu, kata Ronny, diduga kuat dipicu setelah Sinta tak lagi bekerja tiga bulan lalu.

"Keluarga ini tidak masuk mitigasi kami, mereka aman dan fine saja," ujar Ronny. "Jadi ini cukup mengejutkan perubahan perilaku yang agak mendadak dari ibunya."

Ronny tak menjelaskan secara detail kondisi keluarga Sinta. Dia juga mengatakan dugaan frustrasi yang dialami Sinta merupakan penelusuran sementara dari institusinya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas  Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Klaten Ronny Rukminto. (NET/Angga Eka)

 

"Kita lihat diagnosa dari rumah sakit, kalau rumah sakit mendiagnosa memang ada kelainan, ya itu yang menjadi faktor pencetus," ujar Ronny. Sinta saat ini sedang menjalani perawatan di RSJD Dr Soedjarwadi Klaten.

Sebelumnya, warganet dihebohkan dengan rekaman closed circuit television (CCTV) Sinta yang sedang menyeret F, putri kandungnya yang baru berusia 5 tahun di Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten Jawa Tengah.

Kejadian memilukan itu terjadi pada Kamis, 8 Februari 2018 lalu, sekitar pukul 17.30 WIB. Akibat ulah Sinta, F mengalami luka di sekujur lututnya. Bocah itu kini terus diberikan pendampingan oleh aparat Kepolisian Resor Klaten.

ANGGA EKA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments