hero
Penyidik KPK menunjukan barang bukti saat Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kiri) memberikan keterangan pers mengenai OTT Suap Bupati Ngada Marianus Sae, Senin, 12 Februari 2018. (ANTARA)

EDITOR : REZA ADITYA

12 Februari 2018, 13:10 WIB

NUSA TENGGARA TIMUR, INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Ngada sekaligus bakal calon Gubernur Nusa Tenggara Timur Marianus Sae sebagai tersangka. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan Marianus diyakini terima duit dari seorang pengusaha.

"Sehubungan dengan proyek-proyek pemerintahan di Kabupaten Ngada," kata Basaria, di kantornya, Senin, 12 Februari 2018. "Memberikan hadiah atau janji ke Bupati Ngada."

Komisi dalam kasus ini juga menetapkan Direktur PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbu tersangka. Keduanya dijadikan tersangka setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan di tiga daerah di Nusa Tenggara Timur dan Surabaya,  Ahad kemarin.

Bupati Ngada Marianus Sae. (ANTARA)

 

Basaria mengatakan pada perkara ini, Marianus diyakini terima duit suap dari Wilhelmus. Nilai duit haram itu mencapai Rp 4,1 miliar.  Wilhelmus merupakan kontraktor yang perusahaannya kerap mendapatkan proyek di Ngada sejak tahun 2011.

Menurut Basaria, pada perkara ini Wilhelmus membuka rekening di salah satu bank atas namanya sendiri pada tahun 2011. Pengusaha itu kemudian memberikan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) kepada Marianus sejak 2015.

Selain itu menurut laporan penyidik,  Marianus tercatat beberapa kali menerima transaksi haram dari Wilhelmus. Pada November 2017, Marianus terima duit tunai senilai Rp 1,5 miliar di Jakarta secara tunai.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memberikan keterangan pers mengenai OTT Suap Bupati Ngada di gedung KPK, Jakarta, Senin. 12 Februari 2018. (ANTARA)

 

Kemudian pada Desember 2017, bakal calon Gubernur NTT yang diususng PDI Perjuangan itu terima lagi uang haram senilai Rp 2 miliar melalui transfer bank. Pada Januari 2018, Marianus diberikan Rp 400 juta di rumah dinasnya di Ngada.

Terakhir, pada Februari 2018, Marianus terima duit haram senilai Rp 200 juta tunai di rumah dinasnya. Duit yang diterima Marianus dari Wilhelmus itu untuk beberapa proyek jalan di Ngada dan Bajawa. Total proyek itu Rp 54 miliar.

Basaria juga mengatakan duit yang diterima itu diduga untuk kepentingan kampanye Marianus di pemilhan kepala daerah sebagai bakal calon Gubernur NTT.

TITIN MUFTI JAKFAR

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments