hero
Achmad Budi Cahyono (kanan) guru yang dianiaya muridnya. (NET)

EDITOR : REZA ADITYA

2 Februari 2018, 17:45 WIB

MADURA, INDONESIA

Guru yang baik itu ibarat lilin, membakar dirinya demi menerangi jalan orang lain. Kalimat itu merupakan penggalan kutipan dari Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Republik Turki. Ataturk menilai seorang guru adalah pekerjaan yang mulia dan dihormati.

Namun sayangnya, ungkapan Ataturk itu tidak diresapi oleh seorang siswa berinisial MH yang mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura. Akibat kesal ditegur, murid kelas XI itu menganiaya gurunya hingga tewas.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara penganiayaan guru oleh murid di SMAN 1 Torjun Sampang, Madura. (NET)

 

MH memukuli gurunya yang bernama Achmad Budi Cahyono hingga tersungkur. Insiden itu terjadi pada Kamis kemarin. Ririn, kerabat Budi, mengatakan peristiwa diawali ketika proses belajar mengajar di ruang kelas SMA 1 Torjun.

Pada saat itu, Budi yang merupakan guru honorer untuk mata pelajaran seni rupa, menegur MH karena mengganggu temannya di kelas. Menurut Ririn, teguran yang disampaikan Budi pun terbilang sopan. 

Budi hanya mencoret wajah pelajar itu dengan cat lukis. Rupanya MH tak senang dipermalukan oleh gurunya. Pelajar berusia 17 tahun itu langsung mencekik Budi dan menghajar kepalanya.

Sianit Sinta (kiri) istri Budi. (NET)

 

Siswa lain yang melihat percekcokan itu langsung melerai keduanya. Budi kemudian diizinkan kepala sekolah untuk pulang lebih cepat. Sesampaianya di rumah, guru yang baru empat tahun mengabdi di SMAN 1 Torjun itu mengeluhkan sakit di kepalanya.

Sianit Sinta, istri Budi, mengisahkan ketika suaminya itu sampai di rumah kondisinya mengkhawatirkan. "Pas pulang itu sudah muntah," kata Sinta, Jumat, 2 Februari 2018. "Saya tanyakan, 'kenapa, Mas? Dihantam murid',".

Budi kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Dokter Soetomo Surabaya. Namun sayang, nyawanya tak terselamatkan. Dokter memvonis Budi mengalami mati batang otak.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman. (NET)

 

Kasus ini kemudian ramai dan polisi bergerak mengamankan pelajar itu. Kepala Kepolisian Resor Sampang Ajun Komisaris Besar  Budi Wardiman berjanji akan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.

"Tentunya akan kami periksa keterangannya, dan dicocokkan dengan olah tempat kejadian perkara," ujar Budi.  "Nanti hasilnya gimana akan kami rilis lebih lanjut."

SONI MISDANANTO  | DIDIK SETIA BUDI

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments