hero
(PIXABAY)

EDITOR : REZA ADITYA

25 Januari 2018, 17:00 WIB

INDONESIA

Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting menyebut sebagian masyarakat Indonesia menganggap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender adalah ancaman. Lebih dari 40 persen orang menilai LGBT meneror bagi kehidupan pribadi dan masyarakat.

"Dua penelitian SMRC yang berlangsung dalam dua tahun berturut-turut," kata Direktur Media SMRC Ade Armando, di kantornya, Kamis, 25 Januari 2018.

Direktur Media SMRC Ade Armando. (FACEBOOK/Ade Armando)

 

Ade mengatakan survei dilakukan secara nasional pada Maret 2016, September 2017, dan Desember 2017. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih atau sudah menikah.

Dari populasi itu, dipilih sampel secara random (multistage random sampling). Ada  1.220 responden  pada masing-masing survei. Margin of error kurang lebih 3,1 sampai dengan 3,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Sebagian besar masyarakat atau 58,3 persen tahu tentang LGBT. Pada survei September 2017 sebanyak 44,6 persen masyarakat menganggap LGBT cukup mengancam bagi kehidupan. Jumlah itu meningkat pada survei Desember 2017 menjadi 46,2 persen.

Ilustrasi LGBT. (PIXABAY)

 

Hasil survei itu juga menyatakan sebanyak 53,3 persen masyarakat tidak akan menerima anggota keluarganya yang menjadi LGBT. Dan mayoritas warga keberatan bila ada orang yang LGBT menjadi tetangganya bahkan jadi pejabat pemerintahan.

"Masyarakat Indonesia pada dasarnya menganggap LGBT adalah sesuatu yang tidak sejalan dengan nilai agama," ujar Ade. "Tapi pada saat yang sama, mayoritas masyarakat Indonesia ternyata menyatakan LGBT berhak hidup di Indonesia."

HAFIZH BAIHAKI

4

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments