hero
Gubernur Anies meletakkan batu pertama pembangunan hunian dengan uang muka Rp 0, Kamis, 19 Januari 2018. (NET/Wisnu)

EDITOR : REZA ADITYA

19 Januari 2018, 17:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berupaya menunaikan janji semasa kampanye pemilihan kepala daerah ibu kota. Pada Kamis, 18 Januari 2018 kemarin, dia meletakkan batu pertama pembangunan hunian dengan down payment Rp 0.

Lokasi tempat tinggal yang berupa rumah susun milik itu berada di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur seluas 1,4 hektare. Proses pembangugan hunian itu memakan waktu 1,5 tahun.

BACA JUGA:

Ada dua jenis kediaman yang ditawarkan. Pertama, tipe 36 harganya Rp 320 juta. Kemudian tipe 21, nilainya Rp 185 juta. Anies memberikan syarat kepada warga yang memiliki hunian itu. Seperti apa syaratnya?

1Memiliki KTP DKI Jakarta

Seseorang yang ingin memiliki tempat tinggal dengan uang muka Rp 0 itu haruslah memiliki Kartu Tanda Penduduk DKI Jakarta. Anies ingin menjamin seluruh warganya memiliki hunian.

Blanko Kartu Tanda Penduduk. (NET)

 

Mantan Tim Sukses Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2014 lalu itu tak ingin salah sasaran ketika mengeluarkan kebijakan hunian Rp 0 itu. "Harus tercatat sebagai penduduk DKI Jakarta," kata Anies, di Balai Kota, Jumat, 19 Januari 2018.

2Belum Memiliki Rumah

Anies mensyaratkan hunian Rp 0 itu untuk warga yang sama sekali belum memiliki rumah. Jika seseorang ber-KTP DKI tapi sudah memiliki rumah di Tangerang Selatan, Depok atau daerah lain, jangan harap dibolehkan Anies dapat hunian murah itu.

Ilustrasi rumah. (PIXABAY)

 

Menurut Anies, seseorang harus melengkapi keterangan dari kelurahan dan kecamatan domisilinya yang menyatakan tidak memiliki rumah di DKI. Surat keterangan itu nantinya dibawa pada saat pendaftaran bakal calon penghuni.

3Sudah Menikah

Syarat ketiga yang ditetapkan Gubernur Anies untuk memiliki hunian dengan uang muka Rp 0 itu adalah sudah menikah. Jadi, jika seseorang masih jomblo, sebaiknya urungkan niat mendapat tempat tinggal tanpa down payment itu.

Ilustrasi cincin menikah. (PIXABAY)

 

4Berpenghasilan Di Bawah Rp 7 Juta

Sasaran pembangunan hunian dengan uang muka Rp 0 itu adalah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Anies mematok rumah berlapis itu untuk warga yang berpenghasilan di bawah Rp 7 juta dan minimal gaji sesuai upah minimum provinsi.

Lembaran mata uang Rupiah. (ANTARA)

 

Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta tahun 2018 dipatok sebesar Rp 3.648.035.  Menurut Anies, syarat itu harus ditetapkan agar warga bisa tetap menyicil dan membayar biaya perawatan hunian.

5Tidak Boleh Diperjualbelikan

Anies menetapkan tempat tinggal berlapis dengan Rp 0 itu statusnya adalah rumah susun hak milik. Namun, dia mengharamkan pembeli hunian itu menjual lagi kepada pihak ketiga.

Ilustrasi jual. (PIXABAY)

 

"Jadi bila ada yang terpaksa harus menjual, maka kami akan menjadi badan yang membelinya," ujar Anies. "Sehingga tidak muncul secondary market untuk rumah ini. Jadi kami bisa menjaga rumah ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah."


TANIA FRANSISCA

7

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments