hero
(NET)

EDITOR : REZA ADITYA

17 Januari 2018, 11:10 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Bangunan peninggalan Vereenigde Oostindische Compagnie atau Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda yang dibangun tahun 1652 itu tetap kokoh walau cat tembok putihnya menjadi gosong. Gedung yang kini menjadi Museum Bahari itu tetap tegak walau ditelan api.

Kepala UPT Museum Bahari Husnizon Nizar mengatakan kebakaran hebat yang melanda kemarin tak membuat pondasi gedung tua itu bergeser.  "Struktur pondasi masih kokoh," ujar dia, Rabu, 17 Januari 2018.

Bangunan Museum Bahari yang kokoh walau ditelan si jago merah, Rabu, 17 Januari 2018. (NET)

 

BACA JUGA:

Nizar mengatakan kebakaran menelan bangunan A dan C. Si jago merah menghancurkan atap dan juga koleksi museum kebaharian nusantara.

"Bangunan terdiri dari 5 blok, yang terbakar adalah Blok 4 dan Blok 5. Blok 4 koleksi jenis perahu tradisional semuanya bisa kami selamatkan," ujar dia. Blok 5 adalah koleksi Angkatan Laut Republik Indonesioa."

Sementara di gedung C, kata Nizar, yang terbakar itu di blok 2 dan 3. "Blok 2 itu lantai dasarnya adalah gudang peralatan kerja dan pameran. Sementara di lantai satu memamerkan benda berkaitan dengan navigasi laut."

Petugas membersihkan sisa kebakaran di Museum Bahari, Rabu, 17 Januari 2018. (NET)

 

Hari ini, sejumlah petugas masih terlihat membersihkan sisa kebakaran di museum yang terletak di Penjaringan, Jakarta Utara itu. Nizar berharap dalam waktu dua hari ke depan, museum bisa kembali dibuka untuk umum.

Ihwal beberapa koleksi museum yang terbakar, Nizar memiliki solusi untuk membuat replikanya. "Kami punya dokumentasi foto dan beberapa gambar ulang untuk benda-benda sangat mungkin dibikin kembali."

DWITA MEIRIANI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments