hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

16 Januari 2018, 21:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebagai tersangka pencucian uang bersama Khairudin, Komisaris PT Media Bangun Bersama.

Mereka berdua diduga menyamarkan gratifikasi senilai Rp436 miliar. Uang itu sebagai fee atas proyek, fee atas perizinan, dan fee pengadaan barang dan jasa yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kukar.

Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Oktober 2017 lalu. (ANTARA/Sigid Kurniawan)

"Terkait gratifikasi, KPK menemukan dugaan pencucian uang dalam perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, membawa ke luar negeri, menitipkan, mengubah bentuk, menukar harta kekayaan yang patut diduga hasil korupsi," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa, 16 Januari 2018.

Rita, lanjut Syarif, menyamarkan asal usul uang hasil gratifikasi itu dengan membeli 40 tas mewah. "Ini tas-tas yang betul-betul bermerek oleh desainer," ujar dia.

Petugas KPK memamerkan tas mewah yang dibelanjakan dari penerimaan hasil gratifikasi Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widiyasari. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Dalam kesempatan itu, KPK menunjukkan beberapa yang dibeli Rita seperti Chanel, Hermes dan Louis Vuitton. Tas-tas itu didapatkan KPK saat melakukan penggeledahan di 9 lokasi.

Selain tas, Rita dan Khairudin juga diduga membelanjakan hasil gratifikasi dengan membeli kendaraan, tanah, dan menyimpan uang atas nama orang lain.

"Hal itu dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul sumber yang patut diduga hasil korupsi yang dilakukan RIW dan KHR selama periode RIW menjadi Bupati Kukar," kata Syarif.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif  menyaksikan petugas memaparkan barang bukti saat konferensi pers tentang TPPU oleh tersangka Bupati nonaktif Kutai Kertanegara. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Dalam kasus ini KPK telah menyita tas, sepatu, jam tangan dan perhiasan lainnya. Selain itu, uang dollar AS yang jumlahnya setara Rp200 juta dan dokumen berupa rekening koran. Penyidik juga menyita tiga unit mobil Toyota Vellfire, Ford Everest dan Land Cruiser.

KPK, lanjut Syarif, juga menyita dua apatermen di Balikpapan dan dokumen terkait gratifikasi serta dokumen perizinan perkebunan kelapa sawit.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif  bersama juru bicara KPK Febri Diansyah. (ANTARA/Rosa Panggabean)

BACA JUGA: Bupati Kukar Rita Widyasari Tersangka KPK

Sebelumnya, disangkakan pencucian uang, Rita juga telah menjadi tersangka karena menerima suap.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments