hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

15 Januari 2018, 11:55 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto resmi menunjuk anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Airlangga menyebut keputusan itu diambil setelah berkomunikasi dengan seluruh tokoh internal Partai Golkar.

"Setelah dilakukan komunikasi dalam lingkungan strategis, lingkungan politik, maka saudara Bambang Soesantyo ditetapkan untuk mengisi jabatan Ketua DPR RI," kata Airlangga di ruang rapat Fraksi Partai Golkar, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 15 Agustus 2018.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memperkenalkan calon Ketua DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo. (ANTARA/Wahyu Putro A)

Airlangga menilai Bambang Soesatyo alias Bamsoet sebagai sosok yang paling pas untuk mengisi kursi Ketua DPR. "Bambang Soesatyo memiliki pengalaman panjang dalam proses politik di DPR, tentunya telah memahami hakikat sistem dan fungsi kelembagaan DPR," sambung Airlangga.

Karena itu, Airlangga menitipkan pesan kepada Bamsoet untuk meningkatkan kinerja dan citra DPR yang saat ini dinilai terpuruk.

Selain itu, Airlangga juga memerintahkan Fraksi Partai Golkar untuk menarik Bamsoet dari keanggotaan Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi. Posisi Bamsoet yang kosong di Pansus Angket KPK dibiarkan kosong.

Airlangga Hartarto menyalami dan memeluk Bambang Soesatyo di ruang Fraksi Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (ANTARA/Wahyu Putro A)

Airlangga memerintahkan Fraksi Partai Golkar untuk segera menyelesaikan kinerja Pansus Angket karena sudah terlalu lama. "DPP minta agar selanjutnya Fraksi Partai Golkar mempunyai pandangan terhadap Pansus KPK agar diselesaikan, karena pansus ini dianggap sudah cukup lama," sambung dia.

Sementara Bamsoet mengatakan, ada dua tugas pokok yang akan diselesaikannya sebagai Ketua DPR."Yang utama adalah menyelesaikan kesimpulan dan rekomendasi hak angket Pansus KPK. Kedua, menyelesaikan Undang-Undang MD3," kata dia.

Bambang Soesatyo akan jadi Ketua DPR ketiga dalam periode 2014-2019. (ANTARA/Wahyu Putro A)

Bamsoet adalah Ketua DPR ketiga pada periode 2014-2019. Ketua DPR pertama yang dilantik adalah Setya Novanto. Desember 2015, Novanto mengundurkan diri karena digoyang skandal "Papa Minta Saham" dan disidang Mahkamah Kehormatan Dewan.

Ketua DPR selanjutnya adalah Ade Komarudin. Tak lama menjabat, Ade digantikan kembali oleh Novanto yang namanya sudah direhabilitasi MKD. Novanto lagi-lagi mundur setelah jadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Posisi Ketua DPR sempat kosong beberapa waktu. Partai Golkar akhirnya menunjuk Bamsoet untuk mengisi kursi tersebut.

NABILLA PUTERI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments