hero
Sumber: Twitter/ Bon Gosford

EDITOR : AULIA RAHMAT

13 Januari 2018, 15:00 WIB

AUSTRALIA

Bertahun-tahun sudah suku Aborigin mengadakan upacara suci tentang burung pembakar semak. Namun, peristiwa itu tidak mendapat perhatian serius karena dianggap tidak ada dan hanyalah sebuah mitos belaka.

Sampai akhirnya muncul sebuah studi yang dipublikasi di Journal of Ethnobiology mengenai perilaku burung pemangsa yang memiliki kebiasaan membakar semak.

Ada tiga jenis burung pemangsa yang memiliki perilaku arsonis (suka membakar semak), yaitu Black Kite (Milvus migrans), Whistling Kite (Haliastur sphrenurus), dan Brown Falcon (Falco bergora). 

Di Indonesia, ketiga burung itu lebih dikenal dengan nama burung alap-alap. Para peneliti Australia menyebut ketiganya sebagai firehawk raptors.

Mereka membakar semak dengan tujuan menggiring hewan-hewan buruan keluar dari sarang sehingga mudah dimangsa. Orang Aborigin telah mengetahui peristiwa ini selama beribu-ribu tahun yang lalu.

"Kami tidak menemukan apapun. Semua data dari penelitian ini kami peroleh dari kesaksian orang-orang Aborigin," ujar mark Bonta salah satu peneliti yang menulis jurnal tersebut.

Burung-burung tersebut tidak memiliki kemampuan memantik api. Mereka biasanya berkumpul di lokasi kebakaran untuk mengambil salah satu ranting yang terbakar dan membawanya ke tempat lain.

Penelitian ini dilakukan di daerah bersemak belukar yang tersebar di wilayah utara Australia. Perilaku tak biasa ini diduga sengaja dilakukan agar hewan-hewan yang berada di wilayah yang mereka bakar itu berkumpul dan berlarian dalam satu kelompok. Dengan begitu burung arsonis bisa memburu hewan-hewan tersebut dengan mudah.

NAT GEO | SKY NEWS

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments