hero
RS Medika Permata Hijau (PUSAT PENGOBATAN)

EDITOR : REZA ADITYA

12 Januari 2018, 13:35 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pejabat hubungan masyarakat Rumah Sakit Medika Permata Hijau Romi Sukardi tak mau menanggapi terkait penetapan tersangka dokter Bimanesh Sutarjo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Romi tak mau salah berkomentar.

"Direktur rumah sakit kami lagi di Jepang, nanti pernyataan satu pintu dari direktur," kata Romi, kepada NET.Z, saat dihubungi, Jumat, 12 Januari 2018. "Nanti kalau ada informasi media saya kabari."

Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo menunggu untuk diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018. (ANTARA)

 

BACA JUGA:
Manipulasi Data Medis Novanto, Dokter Bimanesh Jadi Tersangka KPK
Fredrich Yunadi Jadi Tersangka

Romi hanya mengatakan Bimanesh sudah lama menjadi dokter di RS Medika Permata Hijau. Bimanesh merupakan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi.

Komisi menetapkan Bimanesh tersangka lantaran dituding menghalangi-halangi penyidikan dugaan korupsi yang menjerat bekas Ketua DPR Setya Novanto. Bimanesh dituding kongkalikong dengan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi.

Bimanesh Sutarjo saat menyampaikan keterangan soal kondisi Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau, November 2017 lalu. (NET)

 

Kongkalikong yang dimaksud adalah saat mobil Novanto yang dikemudikan bekas kontributor Metro TV Hilman Mattauch menabrak tiang listrik di Kawasan Permata Hijau pada pertengahan November 2017.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan sebelum kecelakaan itu terjadi, Fredrich menelpon seorang dokter di RS Medika Permata Hijau. Dokter itu tak lain adalah Bimanesh.

Fredrich dalam sambungan telepon itu, kata Basaria, memesan satu kamar untuk merawat kliennya melalui Bimanesh. KPK menduga dua orang itu bekerja sama memasukkan Novanto ke rumah sakit.

Komisi juga menuding Bimanesh memanipulasi data medis agar Novanto tak diperiksa penyidik. Lebih lanjut Komisi juga menganggap petugas RS Medika Permata Hijau tak kooperatif dengan penyidik saat ingin membesuk Novanto.

JANUAR YUDHA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments