hero
(Twitter/Amimistika)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

27 Desember 2017, 06:05 WIB

MALAYSIA

Berprofesi sebagai guru bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain karena tanggung jawabnya besar, guru juga kerap menghadapi berbagai macam tipe murid. 

Hal itulah yang juga harus dihadapi oleh seorang guru SMK Puchong Utama, Malaysia bernama Amy Mistika. Dilansir laman Worldofbuzz pada 6 Desember 2017 lalu, Amy memiliki cerita tentang salah seorang muridnya yang bernama Yip Kah Shzen.

Saat pertama kali ia ditugaskan dan mengajar di kelas 4Einsten, Amy mengaku tak mengenali Kah Shzen. Ini karena Kah Shzen terlalu pendiam, padahal saat itu kelasnya sangat berisik.

"Aku punya seorang murid berdarah Tiongkok yang sangat pendiam dan pemalu, sangat sulit hanya untuk membuatnya bicara. Namanya Yip Kah Shzen," papar Amy di akun Twitternya.

Untuk membuat kondisi kelas kembali kondusif, Amy pun mulai menanyakan nama muridnya satu persatu. Saat tiba giliran Kah Shzen, ia hanya terdiam dan melihat ke meja.

"Aku menanyakan beberapa pertanyaan, tapi dia tak menjawab," jelas Amy.

Karena tidak mendapatkan respon, seorang teman Kah Shzen pun menjelaskan kalau ia adalah sosok yang sangat pemalu. Bahkan Amy mengetahui nama siswa tersebut dari teman-temannya.

Karena melihat kondisi Kah Shzen, Amy pun sengaja menyusun ulang tempat duduk di kelas tersebut. Ia sengaja menempatkan Kah Shzen di depan agar bisa mengawasinya secara langsung.

Selama di kelas, Amy menerapkan aturan kepada para siswa untuk membawa buku dan kalkulator. Jika tidak membawanya, setiap siswa akan mendapatkan hukuman.

Sebelum mulai mengajar, Amy pun mengecek kelengkapan para siswa satu persatu. Saat memeriksa Kah Shzen, ia masih saja melihat ke mejanya. 

Para siswa lain pun mengatakan kepada Amy jika guru-guru lain sering membiarkannya. Karena apapun yang terjadi, Kah Shzen tetap tidak akan akan bicara.

Suatun ketika Amy mengetahui jika Kah Shzen tidak membawa buku dan kalkulator, Amy kemudian menghukum Kah Shzen. Namun belakangan ia sadar jika Kah Shzen tidak memiliki buku dan kalkulator karena memiliki keterbatasan ekonomi. Ia pun kemudian merasa menyesal.

Akhirnya, Amy meminjam buku dan kalkulator untuk dipakai Kah Shzen selama pelajaran. Suatu hari, Amy pun dibuat kaget saat memeriksa buku PR Kah Shzen.

Ternyata, selama ini Kah Shzen menulis semua catatan yang Amy tulis di papan tulis. Amy pun sadar jika sebenarnya Kah Shzen bukan murid pemalas. Ia hanya tidak punya perlengkapan belajar.

Usaha untuk memulai komunikasi dengan Kah Shzen pun mulai membuahkan hasil. Kah Shzen bahkan sampai mengirimkan pesan WhatsApp pada Amy untuk menanyakan penggarisnya yang hilang. Amy pun berusaha untuk sedikit demi sedikit merubah Kah Szhen supaya bisa tersenyum.

Sayangnya belum berlangsung lama, Amy harus meninggalkan sekolah tersebut. Siapa sangka sebelum ia keluar kelas untuk terakhir kalinya, Kah Shzen meminta temannya untuk memberikan sebuah pesan pada Amy.

"Aku membuka pesan tersebut dan dia menulis satu kalimat, 'Terima kasih, guru'. Kalimat yang sederhana tapi berarti untukku," tambah Amy kemudian.

Amy dan Kah Shzen pun kemudian mengambil foto perpisahan. Meski malu-malu, Kah Shzen berusaha untuk tersenyum. Kisah dan dedikasi Amy untuk membantu Kah Shzen membuat banyak netizen tersentuh. Unggahannya bahkan sudah dibagikan lebih dari 48 ribu kali dalam waktu kurang dari 24 jam.

WORLD OF BUZZ

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments