hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

7 Desember 2017, 12:00 WIB

INDONESIA

Organisasi pejuang hak binatang (PETA) menobatkan Naruto, monyet hitam atau Yaki asal Cagar Alam Tangkoko, Sulawesi Utara sebagai 'Person of The Year' 2017. 

Organisasi nirlaba asal Amerika Serikat itu mengakui Yaki sebagai seseorang bukan sesuatu. Atribusi diberikan untuk memperluas hak fundamental manusia kepada hewan agar kelestarian mereka tetap terjaga.

Naruto ramai dibicarakan setelah swafotonya viral di internet pada tahun 2011. Foto itu dijepret sendiri oleh sang monyet menggunakan kamera milik fotografer asal Inggris David Slater.

Foto itu beredar luas dan digunakan oleh berbagai pihak termasuk blog Techdirt dan Wikipedia. Slater lantas protes dan menuntut kedua entitas tersebut membayar. Ia menganggap karyanya telah digunakan serampangan tanpa izin.

Kendati demikian, Techdirt dan Wikipedia menolak membayar dengan alasan gambar yang mereka gunakan tidak dilindungi hak cipta. Keduanya menganggap hak cipta foto ada pada sang monyet. 

Oleh organisasi PETA kasus ini dibawa ke ranah hukum. Mereka berkukuh sang monyet adalah pemilik sah dari hak cipta foto tersebut. 

Pada tahun 2016, Pengadilan California memutus David Slater sebagai pemilik sah foto. PETA keberatan dan kembali mengirimkan gugatan ke pengadilan banding federal Amerika Serikat. 

Belum sempat diputuskan, PETA dan sang fotografer berdamai. Slater sepakat untuk menyumbangkan 25 persen pendapatan foto untuk melindungi habitat Naruto di Sulawesi Utara.

NEW YORK TIMES | ASIA ONE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments