hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

5 Desember 2017, 18:30 WIB

KOREA SELATAN

Bagi kamu yang punya rencana jalan-jalan ke Korea, tapi enggak mau datang ke tempat yang sudah biasa dikunjungi turis, makan kamu harus coba datang ke tempat yang satu ini. Tempat ini merupakan tempat bagi mereka yang ingin menciptakan tren, bukan mengikuti tren.

Nama tempatnya adalah Woosadan-gil yang terletak di daerah Itaewon. Woosadan-gil merupakan sebuah lingkungan pemukiman di sekitar Woosadan-ro 10-gil, tidak jauh dari Seoul Central Mosque. Dari sana kamu tinggal menelusuri jalan hingga supermarket Cheong-suk. Sama sepeti banyak pemukiman di Seoul, jalan di sini berada di bawah proyek pembangunan kembali. Namun, seiring dengan berhentinya proyek di tengah jalan, lingkungan pemukiman ini malah memiliki suasana seperti di tahun 70-an. Cocok banget buat kamu yang mau melihat suasana lain dari Seoul dan mau punya latar belakang foto yang keren.

Salah satu sudut Woosadan-gil yang jadul. (DAILY KOREA US)

Sulit untuk mendefinisikan suasana yang dimiliki Woosadan-gil, tapi secara keseluruhan bisa disebut sebagai “harmoni dari disonansi.” Toko-toko usang dan rumah-rumah yang telah direnovasi dengan warna-warni, hidup berdampingan di lingkungan ini. Sementara itu ada juga restoran yang menyajikan berbagai makanan menyambut pelanggan tepat di seberang pasar tradisional. 

Suasana resto yang bikin gemes pengen foto-foto. (KOREA DAILY US)

Lingkungan yang tadinya usang dan tidak terawat ini kini bertransformasi menjadi salah satu jalan paling trendi di Seoul. Bahkan banyak artis muda dan para pemilik restoran mulai tinggal di sini. Toko kerajinan kulit, kedai pizza, atau toko buku, serta bisnis lain yang dijalankan oleh para pengusaha muda di tempat ini semakin menambah keunikan yang dimiliki Woosadan-gil.

Bangunan biru ini pas buat latar foto yang kece. (KOREA DAILY US)

Pada masa awal Woosadan-gil mulai dipenuhi oleh pemukim, para pedagang muda di sini mulai membentuk serikat. Untuk menarik perhatian orang-orang untuk datang ke lingkungan mereka dan meningkatkan ekonomi lokal, mereka mengadakan pasar loak dan berbagai acara budaya, yang membuat Woosadan-gil menjadi seperti sekarang ini. Di akhir pekan sering diadakan festival bernama “Woosadan Day”, di mana banyak diadakan pertunjukan dan dibukanya pasar loak.

KOREA DAILY US | TRAVEL AND LEISURE

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments