hero
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Screen captured Twitter @kodam3siliwangi)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

19 November 2017, 18:30 WIB

PAPUA, INDONESIA

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada 62 prajuritnya yang berhasil membebaskan sandera di Mimika, Papua. Namun, ada 5 perwira yang menolak diberi kenaikan pangkat.

"Lima perwira diwakili oleh komandan upacara menyampaikan bahwa keberhasilan adalah milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab para perwira, sehingga secara halus mereka menolak untuk menerima kenaikan pangkat," kata Jenderal Gatot di Tembagapura, Papua, Minggu, 11 November 2017. Pernyataan Panglima TNI diunggah akun Twitter Kodam III/Siliwangi.

Gatot mengatakan, karena menolak kenaikan pangkat, kelima perwira itu diberi latihan khusus mendahului rekan setingkatnya. "Saya ulangi para perwira meminta menjelaskan bahwa keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah tanggung jawab para perwira. Maka sepantasnya yang mendapatkan kenaikan pangkat hanya anak buahnya, maka kelima perwira tidak menerima kenaikan pangkat tapi diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekannya," sambungnya.

Sikap para perwira itu, lanjut Gatot, sangat membanggakan. Menurut dia, sikap perwira itu menjadi contoh teladan bagi prajurit-prajuritnya yang tidak mendahulukan kepentingan pribadi, tapi mengutamakan kepentingan NKRI. "Ini suatu hal yang sangat luar biasa yang membuat kami semua terharu," ujar dia.

Gatot juga memuji gerak senyap dan cepat pasukannya dalam membebaskan 1.300 warga yang disandera kelompok kriminal bersenjata. "Sehingga 347 sandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikit pun," sambungnya.

Sebelumnya aparat gabungan TNI-Polri berhasil membebaskan warga di desa Banti dan Kimbely, Mimika, Papua. Ada 344 warga pendatang yang dievakuasi setelah kelompok kriminal bersenjata pada Jumat, 17 November 2017 kemarin.

BACA JUGA:
Potret Evakuasi Warga Papua

Sementara ada sekitar 1.000 warga yang bertahan di dua kampung tersebut. Saat ini, polisi dan TNI menempatkan sejumlah personel di 2 desa tersebut untuk mencegah aksi penyanderaan serupa. 

TIM LIPUTAN

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments