hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

14 November 2017, 08:45 WIB

JEPANG

Berkimono keliling Kyoto! Ini menjadi salah satu agenda wajib saat berkunjung ke negeri Sakura. Kenapa Kyoto? Karena di kota ini banyak banget bangunan tua dan lokasi wisata yang cocok menjadi latar berfoto dengan kimono. Sediakan waktu seharian ya, untuk pengalaman seru ini.

 

Pilihan kimono yang ada di Yumeyakata rental! Selamat bingung memilihnya yaaa...

A post shared by Dian Kencana Dewi (@diankencanadewi) on

 

Kami sudah memesan sewa kimono di Yumeyakata, melalui website-nya. Di tanggal yang sudah ditentukan, kami datang ke lokasi penyewaan. Setelah membayar sebesar Rp 450 ribu, kami diajak ke ruangan yang penuh dengan kimono beraneka corak! Pilih yang kamu suka, lalu padukan dengan obi yang serasi, langsung menuju ruang ganti baju. Di ruangan ini sudah ada pegawai yang akan membantu memakaikan kimono.

 

Setengah jam kemudian, dengan kimono warna-warni, kamu siap berkeliling Kyoto dan berbagai lokasi wisata yang ada. Pilihan pertama, berfoto di Higashi Honganji Temple. Komplek kuil ini dibangun tahun 1604. Bangunan ini sempat hancur karena kebakaran 4 kali dan baru dibangun ulang pada abad ke 19 dan 20.

 

Hahaha...tiap tempat foto2! This temple is super beautiful.

A post shared by Dian Kencana Dewi (@diankencanadewi) on

 

 

Puas jalan-jalan dan berfoto di Higashi Hoganji Temple, kami menuju hutan bambu Arashiyama! Setelah naik bus selama satu jam, akhirnya tiba di Arashiyama. Aliran sungai Oigawa menyambut kami, dan jembatan Togetsu-kyo yang sering kami lihat di foto terlihat di depan mata. Jembatan ini membentang 155 meter di atas Sungai Oigawa. Inilah simbol Arashimaya.

 

Autumn Breeze #kimono #kyoto #japantrip #holiday

A post shared by emy normanda (@noermanda) on

 

Simbol lainnya adalah hutan bambunya. Siapkan fisik untuk jalan kaki dari jembatan ke hutan bambu. Di sini banyak wisatawan yang juga mengenakan kimono. Tentunya berfoto dengan latar belakang deretan bambu, jadi keharusan, sayangnya karena beberapa hari sebelumnya ada taifun, banyak pohon bambu yang patah. Tapi enggak masalah, masih ada beberapa sudut foto yang kece untuk berfoto, kok.

 

Sesi foto penuh drama...???? #autumninjapan #arashiyama #kimono #hijabers

A post shared by Dian Kencana Dewi (@diankencanadewi) on

 

Oya, jangan lewatkan berfoto di Kimono Forest yang ada di Stasiun Randen (Keifuku Arashimaya Line). Kimono Forest alias hutan kimono adalah gerombolan pilar bermotifkan 32 corak kimono. Dipasang sejak tahun 2013, pilar ini memiliki tinggi 2 meter. Ada 600 pilar tersebar di Stasiun Randen. Bahan kimono yang pasang di pilar-pilar ini menggunakan teknik pewarnaan tradisional dan dibuat oleh Kamedatomi, sebuah pabrik garmen yang berdiri sejak zaman Taisho.

 

Sebenarnya, di malam hari pilar-pilar ini akan tampil lebih cantik dengan sinar LED-nya. Sayang, kami harus mengejar bus kembali ke pusat kota Kyoto untuk mengembalikan kimono. Ya, pinjaman kimono diberikan hingga pukul 18.00 waktu setempat. Kalau terlambat mengembalikan, kita didenda Rp 120 ribu per kimono.

Nah, gimana? Seru banget kan Kimono Experience di Kyoto? Kamu enggak perlu risih berjalan-jalan dengan Kimono, karena warga di sana sudah biasa melihat wisatawan beredar dengan Kimono. Naik angkutan umum juga enggak sulit kok, karena petunjuknya jelas. Dan sandal kayu yang kita pakai, sama sekali enggak membuat pegal. Nyaman banget! Jadi jangan ragu untuk mencoba keliling kota dengan kimono seperti kami, ya.

DIAN KENCANA DEWI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments