hero
Miryam S Haryani. (ANTARA/Rosa Panggabean)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

13 November 2017, 15:40 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Terdakwa pemberi kesaksian palsu Miryam S Haryani divonis hukuman 5 tahun penjara. Ia juga didenda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim menyatakan Miryam terbukti bersalah memberikan keterangan palsu di persidangan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Miryam S Haryani telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar dalam sidang tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Franky Tambuwun saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 13 November 2017.

Miryam S Haryani menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 13 November 2017. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Majelis hakim menyatakan keterangan Miryam soal merasa ditekan dan diancam penyidik KPK tidak terbukti. Hakim menilai tekanan dan ancaman Miryam bertentangan dengan fakta, alat bukti dan keterangan saksi lain di persidangan.

Pernyataan Miryam soal tekanana berbanding terbalik dengan keterangan 3 penyidik yang memeriksanya, yaitu M Irwan Susanto, Ambarita Damanik, dan Novel Baswedan.  Saat dikonfrontir, ketiga penyidik diketahui memberikan kesempatan Miryam untuk membaca, mengoreksi, memparaf, dan menandatangani berita acara pemeriksaannya (BAP). Hakim juga sependapat dengan kesaksian ahli psikologi forensik yang menyatakan tidak ditemukan adanya tekanan dari penyidik dalam video pemeriksaan Miryam.

Miryam usai divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Hakim juga menyebut keterangan Miryam yang membantah soal penerimaan uang dari terdakwa kasus e-KTP Sugiharto adalah tidak benar. Dari fakta persidangan diketahui uang itu disebut diterima asisten pribadi Miryam. Uang itu diserahkan di rumah Miryam. 

Usai sidang, Miryam menyatakan tidak terima dengan putusan hakim. "Kan saya sejak pertama sudah katakan jangankan jadi terdakwa atau terpidana, jadi tersangka saja sejak awal saya keberatan tapi saya menghormati proses hukum karena ini proses pengadilan," kata Miryam.

Miryam S Haryani keluar ruangan sidang tipikor. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Miryam mengaku akan pikir-pikir untuk mengajukan banding. "Karena ada jalan lain, saya sama tim lawyer, akan berpikir dalam waktu 7 hari untuk banding atau tidaknya," tambah dia.

Vonis kepada Miryam ini lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK. Jaksa menuntut Miryam 8 tahun penjara.

TITIN MUFTI JAKFAR

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments