hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

13 November 2017, 12:05 WIB

BLITAR, INDONESIA

Siapa bilang kalau santri hanya jago soal ilmu agama saja? Buktinya, empat orang santri ini mampu menjuarai kontes Robotic Games 2017 yang di gelar di Osaka, Jepang lho.
 
Keempat santri tersebut adalah Mohammad Gymnastiar, Noval Hanifm Bahrul Bahria dan Farhan Habibi. Keempat santri ini berasal dari Ponpes Mambaus Sholihin yang terletak di Kecamatan Sanankulon, Blitar, Jawa Timur.

Santri di Blitar juara robot di Jepang. (NET/Eko Nugroho)

Dalam kontes tersebut, keempat santri ini mampu menyabet lima mendali sekaligus. Diantaranya 1 mendali emas, 1 mendali perunggu dan 3 mendali perak.
 
Mohammad Gymanastiar berhasil meraih mendali emas dalam katagori Sumo Racing dan mendali perak dalam kategori Maze Solving. Sementara Nauval Hanif berhasil menjadi juara dua di kelas Sumo Racing dan juara ketiga di kategori Soccer. Sedangkan santri bernama Bahrul dan Farhan berhasil meraih satu mendali perak dalam katagori Soccer Beregu.

Santri di Blitar juara robot di Jepang. (NET/Eko Nugroho)

"Saya berhasil jadi juara 1 di kategori Sumo Racing dan jadi juara 2 di kelas yang lain. Kesulitan sih enggak ada karena udah biasa dan udah melakukan perisiapan dari sebelum bulan puasa kemarin," ujar Mohammad Gymanastiar kepada tim liputan NET pada Sabru, 04 November 2017 kemarin.

Santri di Blitar juara robot di Jepang. (NET/Eko Nugroho)

Prestasi yang diraih oleh keempat santri ini membuat Bupati Blitar, Rijanto memberikan apresiasi. Sepulangnya para santri tersebut dari Jepang, ia pun langsung menerima Tim Robotic di Pendopo.
 
Rijanto mengaku sangat bangga dengan keempat santri tersebut yang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia. Ia pun mengaku akan terus mendukung para santri untuk mengembangkan bakatnya.

Santri di Blitar juara robot di Jepang. (NET/Eko Nugroho)

"Tentunya kita bangga dan salut kepada mereka. Semoga anak-anak hebat ini bisa memiliki masa depan yang bagus. Dan tentunya kita harus mengawal, mendukung, dan menyemangati para generasi muda." papar Rijanto.
 
Usai dari pendopo, keempat santri tersebut kemudian diarak keliling Kota Blitar. Setelah itu, mereka akan kembali ke pondok pesantren untuk berbagi cerita dan pengalamannya ke rekan sesama santri di pondok tersebut.
 
EKO NUGROHO

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments