hero

EDITOR : REZA ADITYA

1 November 2017, 11:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Presiden Amerika Serikat Donald John Trump merespons aksi teror yang terjadi di Manhattan, New York City. Melalui akun Twitter, Trump menyebut insiden itu dilakukan oleh orang gila.

"Penegak hukum akan menyelidiki lebih dekat terhadap kasus ini, " tulis Trump, Rabu, 1 November 2017. "Di NYC, terlihat seperti serangan di tempat lain yang dilakukan orang sakit dan gila."

Polisi berjaga di sekitar insiden teror Manhattan. (NEW YORK POLICE)



BACA JUGA:
Aksi Teror di Manhattan, 8 Orang Tewas

 

Trump juga tak boleh membiarkan simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masuk ke AS. "Setelah kita mengalahkan mereka di Timur Tengah dan tempat lain. Cukup!"

Manhattan dilanda aksi teror. Seorang pengemudi truk bak terbuka pada Selasa waktu setempat menggeruduk pejalan kaki dan pengguna sepeda di jalan sepanjang Sungai Hudson.

Akibat insiden itu, delapan orang tewas dan 11 lainnya luka-luka. Pelaku diketahui bernama  Sayfullo Saipov, pria asal Uzbekistan berusia 29 tahun.

Truk yang digunakan teroris di Manhattan. (THE ATLANTIC)

 

Kepolisian New York City mengungkap bahwa Saipov masuk ke Amerika Serikat pada tahun 2010. Dia diketahui memiliki green card. Polisi dan Biro Federal Investigasi (FBI) masih menyelidiki motif Saipov melancarkan aksinya.

Wali Kota New York City Bill de Blasio mengucapkan duka yang mendalam bagi para korban insiden itu. Dia mengimbau warganya untuk tidak takut terhadap teroris. 

THE GUARDIAN | NYT

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments