hero

EDITOR : AULIA RAHMAT

1 November 2017, 12:05 WIB

AMERIKA SERIKAT

Menguatnya kualitas tayangan video-on-demand semakin memojokan televisi. Sedikit demi sedikit masyarakat mulai meninggalkan layar kaca dan beralih ke platform digital atau televisi berbayar--tontonan yang bisa mereka saksisan setelah tayangan itu mengudara melalui sambungan terestrial.

Peningkatan tren ini, secara khusus, terjadi di kalangan milenial, kelompok masyarakat berusia 18 hingga 34 tahun.

Dikutip dari penelitian Consumer Technology Association, lembaga survey media asal AS, 55 persen milenial menonton konten yang ia senangi melalui layanan video-on-demand. Sebagian besar konten tersebut merupakan konten televisi yang juga disiarkan secara terestrial (free-to-air). Sementara, 45 persen sisanya masih bertahan menonton siaran langsung melalui layar kaca.

Dari video yang ditonton millenial, 35 persen berasal dari layanan streaming seperti Netflix atau layanan video on-demand lainnya seperti pada TV kabel berbayar. 20 persen sisanya, menonton video dengan merekamnya terlebih dahulu menggunakan DVR (digital video recorder), fasilitas yang kini banyak tersedia di pelbagai macam jenama televisi pintar.

Sedikit demi sedikit masyarakat mulai meninggalkan layar kaca untuk beralih ke platform digital. (PIXABAY)

Jumlah sebaliknya terjadi di kelompok usia yang lebih tua. Sebanyak 66 persen pemirsa berusia di atas 35 tahun masih setia menonton tv secara langsung dari layar kaca.

Distribusi konten video dalam beragam platform memposisikan televisi di bawah tekanan. Produser televisi tidak hanya harus berjuang memperbaiki kualitas, mereka juga harus berpikir bagaimana agar tayangan bisa disaksikan lebih banyak penonton melalui media yang beragam. Semua dilakukan demi satu tujuan: agar tetap dilirik para pengiklan.

Dilansir recode.net, penonton televisi tidak hanya beralih ke netflix atau tv kabel berbayar. Banyak dari mereka mencari sensasi lain menonton video melalui media sosial, seperti, Facebook, Snapchat, dan Instagram. 

Sedikit demi sedikit masyarakat mulai meninggalkan layar kaca untuk beralih ke platform digital. (DIGITAL TREND)

 

Dari berbagai genre program televisi, hanya konten olahraga saja yang mampu bertahan. Penonton olahraga memiliki tradisi kuat untuk menyaksikan siaran secara langsung. Itu mengapa, hingga kini, banyak pengiklan masih rela mengantre memasarkan produknya melalui siaran NFL, Liga Champion Eropa, dan Liga Inggris.

CTA juga mencatat terjadinya penurunan pada pemirsa yang hanya menyaksikan televisi satu minggu sekali, dari 92 persen di 2014, menjadi 80 persen di 2017.

Dari seluruh data yang dihasilkan bisa ditarik kesimpulan: layanan video-on-demand (VOD) serta jaringan televisi berbayar telah menggantikan kebiasaan masyarakat menonton televisi secara langsung. 

RECODE | CTA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments