hero

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

24 Oktober 2017, 18:30 WIB

BANJARMASIN, INDONESIA

Siti Raisa Miranda atau yang kerap disapa Echa mengalami tidur panjang. Gadis 13 tahun itu telah terlelap sejak Jumat, 13 Oktober 2017 lalu. Dokter spesialis kejiwaan, dr Yanti Fitria, SpKJ mengatakan, keluarga harus memastikan kebutuhan nutrisi Echa terpenuhi selama tidur panjang.

"Pastikan makanan dan minumannya tercukupi. Sebab dia tidak bisa merawat diri sendiri," kata Yanti di Banjarmasin, Selasa, 24 Oktober 2017.

Dokter Yanti yang bertugas di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin ini khawatir jika tidak disuplai makanan dan minuman, Echa akan terdampak penyakit lain.

Orang tua Echa mencoba memberikan minuman. (NET/Akbar Laksana)

Yanti pernah sekali menangani Echa. Namun, Yanti belum dapat memastikan penyakit apa yang diderita Echa karena baru satu kali melakukan pemeriksaan. "Masih perlu evaluasi secara mendalam,” sambung dia.

Pengamatan sementara Yanti, gejala tidur panjang hingga 13 hari seperti yang dialami Echa dapat dikategorikan sebagai hipersomnia atau keadaan kelebihan tidur.

"Jadi dalam praktik psikiatri, kami lebih sering menemui kasus insomnia atau kesulitan tidur. Sedangkan untuk kasus hipersomnia sendiri jarang," jelas dia.

dr Yanti Fitria, SpKJ. (NET/Akbar Laksana)

Yanti menjelaskan, hipersomnia dapat disebabkan beberapa faktor. Pertama, hipersomnia terjadi karena gangguan fisik seperti kemungkinan ada susunan syaraf yang bermasalah, atau penyakit lain yang menyertai.

Penyebab kedua, lanjut Yanti, bisa terjadi karena masalah non-fisik seperti kondisi psikologis, misalnya mengalami depresi atau kecemasan. Terakhir, bisa juga karena aktivitas sehari-hari. "Misalnya yang biasa kerja malam, pagi baru dapat tidur. Harus dievaluasi secara mendalam,” ujarnya.

Tidur panjang Echa telah terjadi sebanyak 3 kali. Mulyadi, ayah Echa mengatakan, pertama kali putrinya tidur panjang tiga hari tiga malam, lalu tujuh hari tujuh malam, dan terakhir sebelas hari sepuluh malam tidur total. 

Echa tertidur di rumahnya. (NET/Akbar Laksana)

BACA JUGA:
Echa, Putri Tidur van Banjarmasin

Dalam tidurnya, sesekali Echa terbangun. Namun, teta tidak sadar sepenuhnya. Terkadang Echa juga mengigau, sebelum kembali terlelap. Mulyadi juga kerap menyuapkan makanan dan minuman ke Echa. Terkadang Echa masih bisa menelan, tapi kerap juga tidak merespons sama sekali.

AKBAR LAKSANA

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments