hero

Karena Ibu

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

24 Oktober 2017, 17:05 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Namanya Sulanti tapi beliau lebih senang disapa Bu Ulan. Sosoknya yang galak menempel pada dirinya yang sangat inspiratif. Beliau seorang muallaf, bukan karena mengikuti suaminya, melainkan karena beliau melihat orang bersujud. Dua tahun kemudian, beliau menikah dengan Sutarli, ayahku.

Sulanti. (Dok. Raisha Herlianti)

Dari pernikahan mereka lahirlah Rangga Hanggara, Asri Hermiranti, dan aku Raisha Herlianti. Tapi melahirkanku adalah yang tersulit, berat badanku 4,5 kg dan panjang 51cm. Bidanku sampai angkat tangan saking besarnya tubuhku saat itu. Akhirnya ibuku dibawa ke rumah sakit saat dan hebatnya, beliau melahirkan melalui persalinan normal.

Sedari kakakku kecil, beliau selalu memilih untuk membantu keuangan keluarga dengan berjualan es mambo dan nasi uduk. Baginya mengurus anak, mendidik, dan menemani mereka selalu menjadi prioritas dibandingkan dengan mencari uang dengan bekerja.

“Karena yang mengangkat derajat orang tua hanya anaknya, dan yang menurunkan martabat orang tuanya pasti anaknya pula, – Sulanti

Ada 3 hal yang selalu diajarkan ibuku, istilahnya 3K yaitu Kejujuran, Kepercayaan, dan Komunikasi. Ibuku akan marah jika ada anaknya yang berbohong. Dan berkat kejujuran yang ditanam ibuku sedari kami masih kecil, kakakku bisa lulus dari Universitas Indonesia dan menjadi seorang akuntan.

Seorang akuntan memerlukan integritas tinggi karena berhubungan dengan uang. Sementara kakakku yang cewek sukses berkarir di kedutaan Belgia. Sikapnya anggun, berwawasan luas, menguasai hampir 5 bahasa (Indonesia, Inggris, Belanda, Prancis, dan Spanyol).

Sulanti bersama Asri Hermiranti. (Dok. Raisha Herlianti)

Bila kalian perhatikan dari awal, aku dan kedua kakak berhasil masuk PTN favorit. Itu semua berkat ibuku, yang mendidik kami hingga saat ini. Beliau memang hanya lulusan SMA, tapi beliau selalu berjanji dan bermimpi bahwa anaknya akan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sulanti. (Dok. Raisha Herlianti)

Ibuku ingin agar kami benar-benar menjadi manusia berkualitas berkat perjuangan, bukan pemberian. Hanya ini cara kami mengangkat orang tua, terutama ibu kami. Menjadi orang jujur dan dipercaya adalah mimpi kami, menjadi sosok yang membanggakan ibu adalah cita-cita kami.

RAISHA HERLIANTI

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments