hero
Wisatawan berselancar menggunakan dayung di Pantai Mandalika. (ANTARA/Ahmad Subaidi)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

22 Oktober 2017, 14:20 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika. Presiden meminta agar karakter bangunan di KEK Mandalika berbeda dengan Bali atau kawasan wisata lainnya.

“Di sini mempunyai kekuatan arsitektur yang baik, rumah suku Sasak kekuatan karakter harus dimunculkan. Jangan nanti di sini yang banyak rumah model Spanyol,” kata Presiden Jokowi, di Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 20 Oktober 2017

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur NTB Zainul Majdi (kiri) berkeliling di sela-sela peresmian operasional KEK Mandalika. (ANTARA/Ahmad Subaidi)

Keindahan Mandalika pun dipamerkan Presiden lewat vlog yang diunggah ke Youtube. Dalam blog berjudul Indahnya Mandalika itu, Presiden Jokowi menjelaskan pembangunan Mandalika bersama Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

"Saya sangat senang sekali ini adalah kawasan yang 29 tahun belum selesai-selesai. Dan hari ini sudah selesai. Telah kita buka, investasi sudah masuk, kita harapkan memberi dampak yang baik kepada masyarakat NTB," kata Presiden berbicara menghadap kamera yang dipegang sendiri.

Setelah itu, video menampilkan potongan gambar keindahan laut, pantai, daratan dan aktivitas sejumlah wisatawan yang sedang berselancar. Menggunakan drone, keindahan Mandalika dari udara terlihat jelas.

"Indah sekali Pak Presiden ya," kata Gubernur NTB.

"Sangat indah sekali," sambung Jokowi.

Presiden memberi kesempatan kepada Zainul untuk berbicara menyampaikan harapan. 

"Terimakasih Pak Presiden. Welcome to Mandalika. Selamat datang. Mandalika sudah siap menyambut Anda," kata Zainul. 

Sejumlah wisatawan mancanegara berada di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB. (ANTARA/Ahmad Subaidi)

Selain Mandalika, KEK pariwisata lainnya yang telah beroperasi adalah KEK Tanjung Lesung. Presiden Jokowi meresmikannya pada 23 Februari 2015 lalu.

Hingga kini pembangunan KEK Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus berjalan. Di lahan seluas sekitar 1.500 hektar itu sudah dibangun berbagai fasilitas untuk wisatawan. Di antaranya Tanjung Lesung Beach Hotel, Kalicaa Villas, Sailing Club, Legon Dadap Village dan lainnya.

Suasana matahari tenggelam di areal Tanjung Lesung Banten. (ANTARA/Yusran Uccang)

Dikutip dari laman Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus RI, dijelaskan bahwa KEK Tanjung Lesung memiliki potensi pariwisata yang beragam. Di antaranya keindahan alam pantai, keragaman flora dan fauna serta kekayaan budaya yang eksotis.

KEK Tanjung Lesung juga dekat dengan atraksi wisata Banten lainnya seperti Kawasan Tua Banten, Budaya Badui dan Debus, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau serta wisata kepulauan.

Pengunjung menikmati suasana bawah laut Pantai Beach Club di Tanjung Lesung ,Pandeglang, Banten. (ANTARA/Yusran Uccang)

Di luar Mandalika dan Tanjung Lesung, ada dua KEK pariwisata lainnya yang telah ditetapkan pemerintah dan tengah dikembangkan. Mereka adalah KEK Tanjung Kelayang dan KEK Morotai.

KEK Tanjung Kelayang terletak di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Tanjung Kelayang berdiri di atas lahan seluas 324,4 hektar dan dibangun dengan konsep “heritage”. 

Pemandangan Tanjung Kelayang dari udara. (kek.go.id)

Pada tahap pertama telah dilakukan ground breaking, lalu pembangunan The Kapitein House resort yang ditargetkan beroperasi 17 Agustus 2018 mendatang. Selanjutnya di tahap kedua akan dibangun kawasan dengan konsep “Kota Agung yang Sirna, berdesain “Majapahit Heritage” seluas 25,38 hektar.

Keunggulan Tanjung Kelayang adalah pantai yang dihiasi batuan granit raksasa. Batu granit itu menjadi ciri khas dari pantai di Tanjung Kelayang. Kawasan ini berdekatan dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang juga memiliki pesonanya tersendiri. 

Biru air laut dan pasir putih di Tanjung Kelayang. (kek.go.id)

KEK berikutnya adalah Morotai di Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. KEK Morotai memiliki keunggulan geostrategis yaitu merupakan pulau terluar di sisi timur laut Indonesia yang dekat dengan negara-negara ASEAN dan Asia Timur.

Berada di tengah Samudera Pasifik, Pulau Morotai dahulu merupakan salah satu basis militer pada Perang Dunia II yang kini kaya akan barang peninggalan bersejarah. Selain menjadi wisata sejarah, KEK Morotai juga memiliki keunggulan wisata bahari dengan keindahan pantai dan bawah laut yang mempesona.

Pemandangan salah satu pulau di kawasan Pulau Morotai. (NET)

Selain hamparan pasir putih halus, air laut yang jernih serta terumbu karang yang indah, KEK Morotai juga dilintasi alur laut Kepulauan Indonesia III yang juga merupakan jalur migrasi ikan tuna. KEK Morotai dapat menjadi sumber bahan baku bagi industri pengolahan perikanan. KEK Morotai direncanakan beroperasi pada Juni 2018 mendatang 

TIM LIPUTAN | SETKAB | KEK

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments