hero
Intan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena menjual buah hatinya di media sosial. (NET/Eko)

EDITOR : REZA ADITYA

18 Oktober 2017, 12:05 WIB

INDONESIA

Intan Ratna Sari, tega menjual anaknya yang baru lahir melalui akun media sosial Facebook. Perempuan berusia 20 tahun asal Kediri itu mengaku terpaksa menjajakan bayinya karena tak punya biaya merawat buah hatinya.

"Suami saya di Jakarta, habis itu saya bingung karena tidak punya pikiran untuk menghidupi anaknya kelak," kata Intan, Rabu, 18 Oktober 2017.

Intan harus bertanggung jawab atas perbuatannya karena menjual bayinya di media sosial Facebook. (NET)

 

Intan kini harus mendekam di tahanan Kepolisian Resor Kota Kediri akibat perbuatannya. Dia dijerat Pasal 83 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dia diancam hukuman maksimal Rp 15 tahun penjara.

Berdasarkan pengakuannya, warga Desa Wonosari, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri itu mengatakan sudah berencana menjual anaknya sebelum lahiran tanpa sepengetahuan suaminya yang sedang bekerja di Jakarta.

Dia kemudian mencari informasi penjualan bayi dengan bergabung di grup Adopsi Bayi Sehat di Facebook pada Agustus kemarin. Setelah mengunggah rencana menjual bayinya, salah seorang pengguna Facebook yang bernama Nofita Sari tertarik.

Barang bukti penjualan bayi di media sosial. (NET)

Nofita Sari merupakan warga Kecamatan Ngasem, Kediri. Di kasus ini, Nofita berperan sebagai perantara yang akan menyerahkan bayi Intan ke Sunarsih, seorang yang berminat mengadopsi.

Intan sepakan menjual bayinya ke Nofita seharga Rp 5 juta. Duit itu, kata Intan, untuk digunakan sebagai modal bekerja ke Kalimantan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Ridwan Sahara mengatakan selain Intan, institusinya juga telah menangkap Nofita. Kepada polisi, Nofita mengaku menjual anaknya Intan itu ke pengadopsi seharga Rp 11 juta.

Barang bukti Intan menjual bayinya melalui media sosial Facebook. (NET)

Itu artinya, Nofita meraup untung dari penjualan bayi itu senilai Rp 6 juta. Musababnya, harga yang dibayarkan Nofita ke Intan hanya Rp 5 juta.

Ridwan mengatakan kasus jual-beli bayi di media sosial ini terungkap dari laporan orang tua Intan sendiri. "Beliau kaget karena anaknya pulang dari rumah sakit tidak membawa bayi. Ketika ditanya, dia mengaku mau meninggalkan rumah."

Polisi hingga saat ini masih menelusuri sindikat jual-beli bayi di media sosial dengan berkedok adopsi. Adapun bayi Intan kini telah kembali dan diserahkan ke pihak keluarga.

EKO NUGROHO

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments