hero
(BUSINESS INSIDER)

EDITOR : REZA ADITYA

10 Oktober 2017, 13:15 WIB

KOREA SELATAN

Korea Selatan memiliki bom yang diklaim bisa melumpuhkan Korea Utara dengan seketika. Adalah bom grafit yang sifatnya lunak, bukan sebagai penghancur. Dinamit itu nantinya akan melumpuhkan sistem kelistrikan seluruh Korea Utara.

"Cara kerja bom itu nantinya akan menebarkan filamen atau sehelai benang benang mengandung unsur karbon di fasilitas kelistrikan Korea Utara," demikian pernyataan militer Korea Selatan seperti dilansir Yonhap, Senin, 9 Oktober 2017.

Bom Grafit.(RUSSIA TODAY)



BACA JUGA:
Korea Utara Ancam Kirim Awan Nuklir ke Jepang
Trump Siapkan Opsi Militer Hancurkan Korea Utara

Militer Korea Selatan menyebut bom itu dikembangkan oleh Badan Pertahanan. Nama programnya adalah Kill Chain dan fungsinya sebagai pencegah serangan rudal dari Korea Utara.

"Kami menjamin semua teknologi bom grafit yang sedang dikembangkan akan aman," tulis pernyataan itu. "Ini adalah posisi di mana kita bisa membuat bom kapan saja."

Jet tempur Korea Selatan menjatuhkan bom dalam uji coba. (AP)

 

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengajukan anggaran tahun depan senilai US$  436 ribu untuk proyel bom grafit itu. Namun hingga kini, pengajuan itu belum disetujui.

Bom grafit kali pertama digunakan Amerika Serikat menginvasi Irak pada tahun 1990-1991 dalam Perang Teluk. Di tahun 1999, Pakta Pertahanan Atlantik Utara alias NATO juga menggunakan bom grafit untuk menyerang Serbia.

Bom grafit tidak membunuh orang. Bom itu hanya melumpuhkan jaringan elektronik dan kelistrikan di wilayah-wilayah tertentu.

Serat karbon di dalam bom grafit. (GLOBAL SECURITY)

 

Keputusan Korea Selatan mengembangkan bom grafit setelah pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un mempromosikan sejumlah orang  menjadi pejabat di Partai Pekerja. Jong-un juga melantik adiknya, Kim Yo-jong sebagai ketua politbiro partai.

Promosi dan pelantikan itu langsung dipimpin Jong-un pekan lalu. Usai melantik para petinggi partai, Jong-un dalam pidatonya menginstruksikan untuk terus mengembangkan proyek nuklir dan rudal antarbenua.

INDEPENDENT | TELEGRAPH | NEWS AU | CHELZEA VERHOEVEN

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments