hero
Anwari (baju merah) tersangka penganiayaan. (NET/Handika Widiarto)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

9 Oktober 2017, 20:00 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Anwari Kertahusada, tersangka penganiaya juru parkir Mal Gandaria City menyesali perbuatannya. Penyesalan terucap ketika dokter spesialis syaraf itu dibawa dari Mapolsek Kebayoran Lama, Senin, 9 Oktober 2017. 

Anwari bungkam saat ditanya wartawan soal kasus yang membelitnya. "Mohon maaf ya wartawan yang terbaik. Saya belum bisa jawab pertanyaan ini. Karena pikiran saya sedang kalut. Jelas saya menyesali perbuatan itu," kata dia. 

Anwari dipindahkan dari Mapolsek Kebayoran Lama ke Mapolresta Metro Jakarta Selatan. Alasan pemindahan karena pertimbangan penuhnya ruang tahanan di Mapolsek Kebayoran Lama.

Anwari di Mapolsek Kebayoran Lama. (NET/Handika Widiarto)

Menurut Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Jakarta Selatan, Kompol Purwanta pemindahan itu adalah hal biasa. "Penyidikan dan penelusuran barang bukti masih semua ditangani Polsek Kebayoran Lama," kata dia.

Purwanta menjelaskan saat ini kepolisian masih mendalami kepemilikan senjata Anwari. Senjata tipe Glock ini diperoleh Anwari dari temannya tahun 2000 lalu. Senjata itu juga bukan merupakan senjata yang biasa digunakannya TNI.

Polisi masih mendalami surat izin kepemilikan senjata api tersebut. Teman yang memberikan senpi ke Anwari juga akan dimintai keterangan. "Untuk senjata masih terus kami dalami karena pemberian oleh rekannya ini cukup jauh (waktunya)," ujar Purwanta. 

 Kesubag Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Purwanta. (NET/Handika Widiarto)

Menurut pengakuan Anwari, pistol itu baru pertama kali digunakan saat kejadian. " Baru digunakan hari itu. Barangkali untuk membela diri," ujar Purwanta.

Kedatangan Anwari ke Gandaria City, kata Purwanta, untuk mengambil kunci di anaknya yang berada di mal tersebut. Atas perbuatannya Anwari terancam dikenai pasal berlapis. "Untuk pemukulan 351 dan ucapan ancaman kekerasan 335, ancaman hukumannya 5 tahun lebih," jelas Purwanta. 

Anwari dibui karena persoalan uang parkir. Juru parkir Gandari City, Juansyah meminta biaya parkir sebesar Rp 5 ribu, Jumat, 6 Oktober lalu.

Aksi koboi Anwari terekam CCTV. (ISTIMEWA)

Saat itu Anwari menggunakan mobil dinas berpelat TNI milik istrinya. Mobil dikemudikan oleh sopir. Juru parkir meminta uang parkir, namun permintaan itu ditolak sang sopir. Setelah berdebat, sopir akhirnya membayar uang parkir.

Selang beberapa lama, Anwari kembali bersama sang sopir. Anwari menganggap mobil dinas tak dikenai biaya parkir. Ia cekcok dengan juru parkir. Anwari memukul juru parkir, menodongkan pistol dan sempat melepaskan tembakan ke udara.

Aksi koboi Anawari terpantau CCTV parkir. Juansyah ditemani manajemen mal melapor ke Polsek Kebayoran Lama, Sabtu dini hari. Polisi pun menahan dokter yang pernah bekerja di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat itu. 

JANUAR YUDHA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments