hero
Aditya Anugrah Moha. (ANTARA/Rosa Panggabean)

EDITOR : ALFIAN SYAFRIL

8 Oktober 2017, 14:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Aditya Anugrah Moha, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi XI menyuap Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara, Sudiwardono. Suap diberikan untuk mempengaruhi putusan banding atas kasus korupsi Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Boolang Mongondow. Terdakwa kasus ini adalah Marlina Moha Siahaan, ibu dari Aditya.

Aditya mengaku menyuap kepala pengadilan untuk menyelamatkan ibunya yang juga Bupati Boolang Mongondow periode 2001-2006 dan 2006-2011 itu, lepas dari jerat kasus.

"Saya berusaha semaksimal mungkin. Niat saya baik tapi mungkin cara yang belum terlalu tepat. Sehingga yang ingin saya katakan, saya berjuang, saya berusaha maksimal demi nama seorang ibu," kata Aditya di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Minggu dini hari, 8 Oktober 2017.

Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha berjalan keluar menggunakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Minggu, 8 Oktober 2017. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Aditya, Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu memberikan suap kepada Sudiwardono. Keduanya terjaring operasi tangkap tangan KPK di Jakarta pada Jumat malam, 6 Oktober 2017. KPK mengamankan uang sebesar 64.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 633 juta.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan, uang didapat dari dua tempat berbeda. Pertama, uang 53 ribu dollar Singapura dalam OTT di sebuah hotel di Pecenongan, Jakarta Pusat. Selain itu, KPK mengamankan 11 ribu dollar Singapura dari dalam mobil Aditya.

Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono memasuki mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Laode menjelaskan, saat bertransaksi keduanya menggunakan kode atau sandi khusus. "Kode yang digunakan, mohon maaf, mereka menggunakan kode 'pengajian'. Seperti, 'kapan pengajiannya?', 'tempat di mana'. Ini jarang-jarang juga pakai kode seperti ini," kata Laode.

Menurut Syarif, uang dalam OTT bukan pemberian pertama. Pada Agustus 2017, Aditya Moha juga disebut telah menyerahkan 60.000 dollar Singapura kepada Sudiwardono di Manado. Sejumlah uang itu diduga bagian dari commitment fee, dari keseluruhan uang yang mencapai 100.000 dolar Singapura atau setara Rp 1 miliar.

Dua penyidik menunjukkan barang bukti berupa 64 ribu dolar Singapura saat konferensi pers mengenai OTT KPK. (ANTARA/Rosa Panggabean)

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Bagi lembaga yudikatif, kasus suap yang menjerat Sudiwardono menambah daftar panjang hakim terjerat korupsi. Sebelumnya Indonesia Corruption Watch mencatat sudah 20 hakim terjerat korupsi.

ESTHER CRAMER

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments