hero
Selebriti Luna Maya saat pemotretan dengan orangutan untuk sampul majalah Her World Brides Indonesia. (INSTAGRAM/bosfoundation)

EDITOR : REZA ADITYA

7 Oktober 2017, 18:15 WIB

INDONESIA

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam Bali Suharyono menilai pemotretan selebriti Luna Maya dengan seekor orangutan untuk kebutuhan sampul majalah tidak melanggar hukum. Suharyono memastikan pemotretan itu sudah sesuai aturan.

"Kegiatan interaksi dengan satwa yang ada di dalam lembaga konservasi merupakan hak yang melekat bagi pemegang izin lembaga konservasi," kata Suharyono, Jumat, 6 Oktober 2017.

Selebriti Luna Maya buka suara soal pemotretannya dengan orangutan. (NET)

 



BACA JUGA:
Kontroversi Foto Luna Maya dengan Orangutan
Pengakuan Luna Maya Foto dengan Orangutan

Menurut Suharyono, dalam Peraturan  Menteri Kehutanan Nomor 31 Tahun 2012 tentang Lembaga Konservasi membolehkan satwa yang dilindungi untuk diperagakan sepanjang masih berada di dalam lingkungan pengelolaannya.

Dalam perkara ini, orangutan itu menjadi tanggung jawab Bali Zoo dan pemotretan dilakukan masih di kawasan kebun binatang tersebut. Menurut Suharyono, pemotretan dengan orangutan asal dilakukan sesuai prosedur dibolehkan.

Orangutan di Bali Zoo. (NET)

 

"Hanya saja bila norma-norma sosialnya saat ini sudah tidak bergeser," ujar dia. "Dan menganggap interaksi(dengan satwa liar) tidak edukatif lagi dalam konservasi, saya kira ini menjadsi masukan bagi pemerintah menyempurnakan peraturan."

Public Relation Bali Zoo Emma Chandra juga mengatakan proses pemotretan orangutan dengan Luna Maya sudah sesuai prosedur.  Menurut Emma, lokasi pengambilan gambar berada dalam satu kawasan dengan Bali Zoo.

Public Relation Bali Zoo Emma Chandra. (NET)

 

Lokasi kandang orangutan itu, kata Emma, hanya berjarak 200 meter dengan tempat pemotretan. Adapun pemotretan dilakukan di The Sanctoo Villa pada April kemarin.

"Selama proses shooting kurang lebih 15 menit, kami selalu menyediakan makanan dan minuman kepada orangutannya," ujar Emma. "Selama proses shooting tidak ada unsur paksan, orangutan bergerak secara alami."

Foto Luna Maya dengan orangutan di sampul majalah Her World Brides Indonesia edisi September 2017
 menjadi sorotan warganet dan pegiat perlindungan satwa liar. Mereka mempersoalkan eksploitasi terhadap satwa liar.

(NET)

 

Salah satu lembaga yang protes atas foto itu adalah Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Koordinator Komunikasi BOSF Nyaru Menteng Monterado Friedman mempertanyakan izin pemotretan orangutan itu.

"Yang menjadi kekecewaan kami menduga ada banyak prinsip kesejahteraan hewan yang dilanggar, salah satunya adalah bagaimana orangutan itu bisa berada  di luar," ujar Monterado. 

 

 

Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation is extremely upset to see this post. Orangutans are a Critically Endangered, protected species on the brink of extinction. Orangutans should never be used in this way or promoted as a pet or a toy. @bridesindonesia and @bimopermadi as a media outlet and journalist should know better. @balizoo as an ex-situ conservation organisation, you need to raise awareness on the fact that orangutans belong in the wild and should not be kept as a pet or for entertainment, which includes inviting tourists for breakfast experiences. @lunamaya is a strong public figure and as such should be raising awareness of important national and global issues such as the critical plight of the future survival of orangutans, rather than using them in this way on social media. #SaveOrangutans #OrangutanBukanMainan --------------------------------------- Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation merasa sangat kecewa terhadap postingan ini. Orangutan adalah satwa terancam punah dan dilindungi undang-undang. Tidak selayaknya orangutan diperlakukan seperti ini, dipromosikan sebagai hewan peliharaan atau mainan! @bridesindonesia sebagai media dan @bimopermadi sebagai jurnalis seharusnya paham hal ini. @balizoo sebagai lembaga konservasi ex-situ seharusnya meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat bahwa orangutan selayaknya hidup di alam, alih-alih dijadikan hewan peliharaan atau hiburan, seperti misalnya memberi kesempatan pengunjung untuk sarapan bersama orangutan. @Lunamaya adalah tokoh publik dan seharusnya membantu meningkatkan kepedulian akan isu penting nasional dan global seperti pelestarian orangutan, alih-alih memanfaatkannya seperti ini di media sosial.

A post shared by BOS Foundation (@bosfoundation) on

 

Monterado menuding pengelola Bali Zoo melanggar prosedur. "Kebun binatang adalah benteng terakhir konservasi. Walaupun ada satwa liar, mereka tetap harus memberlakukan prinsip animal welfare. Diperlakukan sebagai satwa liar bukan peliharaan."

Polemik sampul majalah itu juga ditanggapi pemimpin redaksi majalah Her World Brides Indonesia Shantica Warman. Melalui pesan singkat, Shantica mengatakan pemotretan itu dilakukan atas kerja sama dengan Bali Zoo.

SURYA SANJAYA | TOPAN SETIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments